Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Tak Terima Anaknya Dipukul, Guru SMPN 1 Air Batu Dilaporkan ke Polres Batu Bara

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 16.14 WIB
tak_terima_anaknya_dipukul_guru_smpn_1_air_batu_dilaporkan_ke_polres_batu_bara_

Kantor Satreskrim Polres Batu Bara. (foto: PD IWO Batu Bara/Mistar)

news_banner

‎‎Batu Bara, MISTAR.ID - Seorang guru perempuan di SMP Negeri 1 Air Putih Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara berinisial SA dilaporkan ke polisi atas dugaan pemukulan terhadap salah satu muridnya, sebut saja Bunga, 13 tahun, siswi kelas VII.

‎Pelapor yang merupakan ibu korban, Sakura, 33 tahun, warga Desa Laut Tador Kecamatan Laut Tador Kabupaten Batu Bara, mengatakan pemukulan terhadap putrinya terjadi di lingkungan sekolah, Senin 3 Agustus 2026.

‎‎"Putri saya saat itu sedang piket namun ia lupa membuang sampah. Tak lama kemudian SA tiba-tiba datang sambil marah-marah. Kemudian SA memukul bagian belakang kepala putri saya dengan tangannya, hingga putri saya jatuh pingsan," ujarnya, Rabu (9/9/2026).

‎Menurut Sakura, penganiayaan terhadap putrinya baru ia ketahui dari ibunya, bernama Tini yang menghubunginya lewat seluler sore itu juga. ‎Begitu menerima informasi, Sakura langsung mendatangi putrinya yang tinggal dengan neneknya di Desa Sipare-pare.

Ia menanyakan penganiayaan tersebut kepada putrinya. Setelah didesak, akhirnya korban mengaku telah dipukul oleh gurunya inisial SA di sekolah.

‎Tidak terima anaknya dianiaya di sekolah terlebih hanya karena masalah sepele, akhirnya Sakura membuat laporan polisi ke Polres Batu Bara pada 6 Agustus 2026.

Baik Sakura dan putrinya telah diambil keterangan di Unit PPA Satreskrim Polres Batu Bara. Namun, saksi-saksi yang merupakan teman sekolah putrinya mengaku takut diperiksa di kantor Polisi.

‎‎"Mungkin kalau pak polisi yang datang ke sekolah, baru lah saksi-saksi bersedia memberikan keterangan," ucapnya.

‎‎Ia berharap Polres Batu Bara bisa menempuh cara lain dengan mendatangi sekolah untuk mendapatkan keterangan saksi-saksi. ‎"Tolong lah pak, beri keadilan kepada kami. Tolong lah ditindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan terhadap putri kami," ucap Sakura.

‎Kasat Reskrim Polres Batu Bara, AKP Binrod Situngkir, mengatakan akan mengecek terlebih dahulu. "Kami cek dulu ya," ujarnya lewat pesan WhatsApp.

‎Demikian pula Kanit PPA Satreskrim Polres Batu Bara, Ipda Robby, meminta waktu untuk melakukan konfirmasi kepada penyidiknya. ‎"Sebentar saya konfirmasi dulu sama penyidiknya ya," ucapnya.

‎‎Hingga berita ini dikirimkan ke meja redaksi, belum ada penjelasan resmi dari kedua pejabat di Polres Batu Bara tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN