Wednesday, September 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Lebih Nyaman di Desa Sendiri, Warga Kuta Tengah Enggan Tinggalkan Kampung Halaman

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 15.51 WIB
lebih_nyaman_di_desa_sendiri_warga_kuta_tengah_enggan_tinggalkan_kampung_halaman_

Warga Desa Kuta Tengah menjalani aktifitas seperti sediakala, usai satu minggu di pengungsian. (foto: abay/mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID – Meski kebutuhan makanan di posko pengungsian erupsi Gunung Sinabung terpenuhi, berada di kampung sendiri tetap menjadi pilihan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Bagi warga, kembali ke desa berarti bisa menjalani aktivitas seperti biasa. Anak-anak dapat bermain bersama teman, sementara para petani kembali merawat tanaman dan menggarap ladang yang menjadi sumber kehidupan mereka.

Perasaan itu dirasakan Messi Sembiring Milala, 12 tahun. Bocah yang memiliki nama sama dengan salah satu pemain sepak bola asal Argentina tersebut mengaku jenuh setelah sekitar sepekan berada di posko pengungsian akibat erupsi Gunung Sinabung.

“Di posko pengungsian banyak makanan, sumbangan dari Gubernur Sumatera Utara serta yang lainnya. Tetapi tidak bebas bermain,” ujarnya.

Menurutnya, berada di desa sendiri jauh lebih menyenangkan. Ia bisa bermain bola bersama teman-temannya di Jambur (Losd), bersepeda mengelilingi desa, sekaligus menikmati pemandangan tanaman buah naga yang kini banyak dibudidayakan warga.

Saat erupsi Gunung Sinabung terjadi selama lebih dari satu jam, Senin (31/8/2026), Messi sedang mengikuti kegiatan belajar di SMP Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat.

Selama berada di pengungsian, ia juga mengaku paling tidak nyaman ketika malam tiba. Kondisi posko yang dipenuhi pengungsi membuatnya kesulitan beristirahat. “Apalagi saat malam hari, sangat payah kita tidur lantaran banyak juga anak kecil dan bayi,” ucapnya.

Pada siang hari pun Messi merasa ruang geraknya terbatas. Banyaknya tenda yang didirikan untuk menampung 418 pengungsi membuat anak-anak tidak leluasa bermain di sekitar posko.

Messi Sembiring Milala bermain sepeda usai pulang sekolah. (foto: abay/mistar)

Selama sepekan mengungsi hingga akhirnya kembali, Senin (7/9/2026), Messi sempat tidak mengikuti kegiatan sekolah selama dua hari. Setelah itu, ia kembali bersekolah bersama teman-temannya dengan mendapat pengantaran dari personel Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK, serta Basarnas.

Tidak Ingin Pindah Desa

Keinginan untuk tetap tinggal di kampung halaman juga disampaikan Rasmianti br Ginting, 65 tahun, warga Desa Kuta Tengah. Pengalaman berulang kali mengungsi akibat aktivitas Gunung Sinabung sejak 2010 hingga beberapa tahun berikutnya membuatnya merasa lelah harus meninggalkan desa.

“Biarlah sampai ajal saya tetap berada di desa ini. Meski gejolak erupsi Gunung Sinabung akan terjadi kembali pada waktunya,” ujar Rasmianti.

Aktivitas petani di Desa Kuta Tengah seperti sediakala usai erupsi Gunung Sinabung. (foto: abay/mistar)

Ia mengaku sudah jenuh dengan kondisi mengungsi. Karena itu, ia berharap aktivitas Gunung Sinabung kembali tenang sehingga warga dapat menjalani kehidupan secara normal tanpa harus berulang kali meninggalkan kampung halaman.

Kini, aktivitas warga Desa Kuta Tengah perlahan kembali seperti biasa. Para kepala keluarga kembali beraktivitas di ladang, mulai membuka lahan untuk tanaman baru hingga merawat tanaman yang sudah ada.

Selain sayur-mayur, tanaman buah naga kini semakin banyak dikembangkan warga. Tanaman tersebut menjadi salah satu komoditas yang menarik perhatian petani di Desa Kuta Tengah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN