Unimed Bekali 130 Dosen dengan Sertifikasi Data Analyst dan Desainer Konten

Foto bersama Rektor Unimed dengan ratusan dosen dalam pelatihan data analis dan desainer konten visual (foto:dokumen Humas Unimed/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (9/9/2026) – Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan pelatihan dan sertifikasi Data Analyst dan Desainer Konten Visual bagi 130 dosen dari berbagai fakultas, guna mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap era digital. Pelatihan tersebut berlangsung pada 8–10 September 2026 di Ruang Sidang A Lantai III, Gedung Biro Rektor Unimed.
Rektor Unimed, Prof. Baharuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membekali para dosen dengan keterampilan mutakhir yang sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi seperti analisis data dan konten visual kini menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
“Dosen adalah unsur utama dalam penentuan kualitas serta kemajuan suatu perguruan tinggi. Maka dari itu, peningkatan kompetensi dosen merupakan investasi yang strategis bagi pengembangan kapasitas dan kemajuan Unimed,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kompetensi dosen tidak cukup hanya kuat dalam bidang keilmuan, tetapi juga dalam pemanfaatan teknologi, kolaborasi, pedagogi, publikasi dan penelitian, hingga kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang berdampak.
Baharuddin berharap para dosen dapat semakin adaptif, profesional, mendapatkan wawasan dan keterampilan baru yang bisa diterapkan dalam pengajaran di kampus, terutama kualitas pembelajaran, produktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga kualitas lulusan kampus.
Sementara itu, Ketua Panitia, Hesti Fibriasari, menjelaskan para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok sertifikasi. Pada bidang Data Analyst, dosen dibekali materi tentang pengelolaan data bisnis, visualisasi, jenis-jenis analitik, pembersihan data, hingga Business Intelligence.
“Sedangkan kelompok Desainer Konten Visual Junior mempelajari prinsip komunikasi visual, produksi karya visual, perumusan konsep desain, pengolahan aset dan elemen visual, hingga pengoperasian perangkat lunak kreatif,” tuturnya.
Para peserta selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi langsung oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informasi dan Bisnis Digital serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pasar Murah di Kualuhhulu, 500 Paket Sembako Ditebus Rp100 Ribu

































