Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Cuaca Buruk Hambat Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Lewat Udara

Mistar.idRabu, 9 September 2026 pukul 23.26 WIB
cuaca_buruk_hambat_pencarian_lima_jurnalis_hilang_di_selat_sunda_lewat_udara

Selat Sunda, lokasi hilangnya lima jurnalis. (foto: antara/mistar)

news_banner

Banten, MISTAR.ID – Upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda belum dapat dilakukan melalui udara secara maksimal. Kondisi cuaca dan angin kencang menjadi kendala bagi tim SAR dalam melakukan pencarian.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan berdasarkan evaluasi tim SAR, kondisi cuaca Rabu (9/9/2026) belum memungkinkan untuk mengerahkan fasilitas pencarian melalui udara. Meski demikian, upaya pemantauan tetap dilakukan menggunakan drone.

“Tim SAR Banten menyampaikan bahwa kondisi hari ini belum memungkinkan untuk menggunakan fasilitas dari udara, namun sudah dicoba menggunakan drone,” ujar Andra di Pandeglang, Banten, Rabu malam.

Menurut Andra, kencangnya angin turut memengaruhi proses pencarian di lokasi. Karena itu, tim SAR akan mengoptimalkan operasi pencarian pada pagi hari agar waktu di lapangan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Dalam analisa atau evaluasi yang dilakukan oleh tim SAR selama dua hari ini, proses pencarian akan dimaksimalkan pada pagi hari karena membutuhkan waktu untuk sampai ke lokasi dan memaksimalkan waktu pencarian,” katanya.

Sebelumnya, Desi, istri pewarta foto ANTARA M. Bagus Khoirunnas, meminta agar pencarian dari udara turut dilakukan untuk menemukan suaminya yang menjadi salah satu korban dalam insiden tersebut.

“Saya juga memohon untuk pencarian udara itu dilakukan, Pak. Saya mohon dilakukan,” kata Desi.

M. Bagus Khoirunnas merupakan satu dari lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut. Empat jurnalis lainnya yakni Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan pewarta lepas.

Kelima jurnalis bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) sore di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut diketahui tengah menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan rombongan tersebut. Salah satunya dengan mengerahkan tiga kapal perang TNI Angkatan Laut untuk membantu proses penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN