Thursday, September 10, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Helikopter Medis Jatuh di Sarawak, Lima Orang Tewas

Mistar.idKamis, 10 September 2026 pukul 00.28 WIB
helikopter_medis_jatuh_di_sarawak_lima_orang_tewas_

Ilustrasi. (foto: getty images/mistar)

news_banner

Kuala Lumpur, MISTAR.ID – Sebuah helikopter yang digunakan untuk layanan medis atau flying doctor mengalami kecelakaan di Sarawak, Malaysia. Lima orang yang berada di dalam helikopter tersebut meninggal dunia.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (9/9/2026), kecelakaan itu terjadi Selasa (8/9/2026) waktu setempat di sekitar lapangan terbang Long Lellang, Sarawak bagian utara.

Menteri Kesehatan Malaysia, Dzulkefly Ahmad, menyebut lima orang berada di dalam helikopter ketika kecelakaan terjadi. Mereka terdiri dari seorang pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan Malaysia.

Kelima korban tersebut yakni pilot, seorang petugas medis, seorang asisten petugas medis, serta dua perawat yang tengah menjalankan tugas resmi.

Proses pencarian dan penanganan korban sempat mengalami hambatan akibat kabut asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah Sarawak. Kondisi tersebut membuat tim penyelamat kesulitan mengerahkan transportasi udara.

Komisioner Kepolisian Sarawak, Mohamad Zainal Abdullah, mengatakan lokasi kecelakaan berada di kawasan terpencil. Dari wilayah tersebut, perjalanan melalui jalur darat membutuhkan waktu hingga sekitar 10 jam.

Helikopter tersebut digunakan dalam layanan flying doctor, yakni program yang memberikan pelayanan kesehatan, transportasi medis darurat, serta layanan klinis bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan dan wilayah terpencil Malaysia.

Hingga kini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) menyatakan Biro Investigasi Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Perhubungan Malaysia telah menangani penyelidikan insiden tersebut.

Kecelakaan itu terjadi ketika Sarawak tengah menghadapi persoalan kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan. Sejumlah daerah di Sarawak dilaporkan mengalami penurunan kualitas udara.

Pekan sebelumnya, pemerintah Malaysia sempat menetapkan status darurat di Distrik Serian setelah tingkat polusi udara mencapai level berbahaya. Status tersebut kemudian dicabut setelah kondisi kualitas udara berangsur membaik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN