Tekan Inflasi, Pasar Murah Toba Terbuka bagi Seluruh Masyarakat

Kadis Koperindag Toba, Sofian Sitorus. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Gerakan pasar murah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Toba, khususnya Dinas Koperindag, sesungguhnya untuk menekan inflasi. Untuk itu, seluruh lapisan masyarakat dapat membeli produk sembako yang dijual pemerintah dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Koperindag Toba, Sofian Sitorus, mengatakan masyarakat yang dapat membeli dari gerakan pasar murah sebenarnya tidak memiliki persyaratan khusus.
"Kurang tepat mengartikan, pasar murah itu bukan hanya diperuntukkan atau dikhususkan kepada siapa, atau golongan masyarakat miskin, di mana tujuan sebenarnya untuk menekan harga (inflasi) di pasar umum agar lebih terkendali, bukan lebih condong untuk bantuan bagi masyarakat miskin," ujar Sofian, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, gerakan pasar murah yang diselenggarakan oleh dinas yang dipimpinnya bukan diperuntukkan secara khusus, sebab ada program-program khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin nantinya.
"Untuk gerakan pasar murah telah dilakukan sebanyak tiga kali di Agustus 2026, sesuai arahan dari Mendagri dan Gubernur Sumatera Utara untuk menekan harga di pasar, gerakan ini akan dilakukan hingga Desember 2026," ucapnya.
Lanjutnya, masih belum digelarnya pasar murah pada September 2026 karena masih menunggu hasil evaluasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja (P-APBD) Kabupaten Toba tahun 2026 dari Provinsi Sumatera Utara.
"Setelahnya kita akan menyusun DPA dan sesegera mungkin akan dilaksanakan gerakan pasar murah, namun terkait jadwal pelaksanaan kita belum bisa menentukan," ujar Kadis.
Lebih lanjut, Kadis Koperindag menyampaikan fluktuasi bahan pokok sesungguhnya tergolong tidak terlalu signifikan. Hanya beberapa kebutuhan yang sering mengalami fluktuasi kenaikan harga, seperti cabai merah keriting, telur dan ayam potong, dan selebihnya dapat dikatakan stabil.
"Khusus untuk telur dan ayam potong, Kabupaten Toba masih mendatangkan dari luar kota. Terlebih untuk ayam potong menjadi langka dan harga naik, selain didatangkan dari luar kota, ternyata sesuai pernyataan dari pemasok, mereka (pemasok) sudah ada MOU dengan beberapa SPPG (dapur MBG) sehingga memengaruhi stok dan naiknya harga di pasar umum," tuturnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pengusaha Sawmill di Siborongborong Bantah Kelola Kayu Ilegal

































