BMKG Ungkap Daftar Wilayah Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang 10-11 September

Ilustrasi cuaca ekstrem (Foto: Istimewa/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hujan sedang hingga lebat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada 10-11 September 2026.
Peringatan ini muncul di tengah kondisi sebagian besar wilayah Indonesia yang masih relatif kering. BMKG juga mencatat keberadaan ratusan titik panas di Sumatera dan Kalimantan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penyebaran asap.
Berdasarkan pemantauan pada 2 September 2026, terdapat 463 titik panas di Kalimantan dan 264 titik panas di Sumatera.
Selain itu, suhu maksimum pada Dasarian III Agustus 2026 tercatat mencapai 37,9 derajat Celsius di Melawi, Kalimantan Barat.
Sejumlah daerah di Indonesia bagian selatan juga masih mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) panjang hingga kategori ekstrem. Durasi terpanjang tercatat mencapai 121 hari di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kondisi Kering Diperkirakan Masih Berlanjut
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia pada Dasarian I hingga III September 2026 masih mengalami curah hujan rendah hingga menengah, sekitar 0-150 milimeter per dasarian.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh El Nino yang masih kuat serta IOD positif yang diperkirakan membatasi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia.
Meski demikian, bukan berarti seluruh Indonesia akan terbebas dari hujan. Peluang pertumbuhan awan hujan masih terbuka, terutama di Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara.
Aktivitas MJO dan Gelombang Kelvin pada periode 4-10 September 2026 juga diprakirakan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sejumlah daerah.
Selain itu, adanya konvergensi, konfluensi, serta kondisi atmosfer yang labil secara lokal dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 10 September
Mengacu pada informasi BMKG, terdapat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 10 September 2026.
Daftarnya meliputi:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Papua Barat Daya
Masyarakat di wilayah tersebut perlu mengantisipasi perubahan cuaca, terutama apabila hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Wilayah Berpotensi Angin Kencang 10 September
Selain hujan lebat, angin kencang juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, yaitu:
- Aceh
- Jawa Timur
- Kalimantan Timur
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Papua Selatan
Daftar Wilayah Hujan Lebat 11 September
Potensi hujan sedang hingga lebat masih berlanjut pada 11 September 2026. BMKG mencatat sembilan wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut.
Wilayah tersebut adalah:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Jawa Barat
- Kalimantan Utara
- Papua Barat Daya
Wilayah Berpotensi Angin Kencang 11 September
Untuk potensi angin kencang pada 11 September, BMKG mencatat wilayah berikut:
- Bali
- Jawa Timur
- Kalimantan Tengah
- Maluku
- Nusa Tenggara Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Utara
- Papua Barat Daya
- Papua Selatan
BMKG Ingatkan Risiko Karhutla
Di tengah dominasi musim kemarau, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, kekeringan, dan potensi kebakaran hutan serta lahan.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari dan memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
Penghematan air juga diperlukan, terutama di daerah yang mengalami periode tanpa hujan panjang.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan indikasi titik api atau hotspot, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.
Hujan Lokal dan Petir Masih Bisa Terjadi
Meski musim kemarau masih mendominasi, hujan ringan hingga sedang tetap berpeluang terjadi secara lokal. Kondisi tersebut bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG meminta masyarakat mengantisipasi sejumlah dampak cuaca buruk, seperti pohon tumbang, baliho roboh, genangan air, dan sambaran petir.
Saat terjadi hujan disertai angin kencang dan petir, masyarakat sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon. Bangunan yang kondisinya rapuh juga perlu dihindari karena berisiko mengalami kerusakan atau roboh.
Dengan kondisi cuaca yang kontras antara kemarau panjang di sejumlah daerah dan peluang hujan lebat di wilayah lainnya, masyarakat disarankan terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas, khususnya kegiatan di luar ruangan.
PREVIOUS ARTICLE
Buruh Demo Serentak di 30 Daerah, Bawa 11 Tuntutan ke PemerintahBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER

































