Friday, September 11, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Bela Iran, Rusia-China Bentrok dengan AS dkk di DK PBB Gara-Gara Sanksi

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 18.50 WIB
bela_iran_rusiachina_bentrok_dengan_as_dkk_di_dk_pbb_garagara_sanksi_

Perwakilan Rusia dan China di DK PBB adu mulut dengan AS, Prancis, dan Inggris gegara membela Iran terkait sanksi internasional terhadap negara itu. (Foto: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)

news_banner

New York, MISTAR.ID (11/9/2026) – Sidang Dewan Keamanan PBB memanas. Rusia dan China adu mulut dengan AS, Prancis, dan Inggris karena membela Iran dari sanksi internasional.

Perseteruan terjadi saat membahas "mekanisme snapback" dalam kesepakatan nuklir JCPOA 2015. Klausul ini memungkinkan sanksi PBB terhadap Iran diaktifkan lagi tanpa bisa di-veto.

Perwakilan Rusia menolak mentah-mentah. Alasannya, Resolusi 2231 yang jadi dasar snapback sudah kedaluwarsa sejak 18 Oktober 2025.

"Mekanisme untuk memberlakukan kembali sanksi tidak berlaku, karena berbagai alasan hukum dan prosedural," katanya.

Rusia juga menyebut Komite 1737 yang mengawasi sanksi Iran sudah bubar sejak 2015, jadi tak ada dasar untuk rapat.

Pendapat itu didukung China. Beijing menegaskan kepresidenan DK PBB tak punya mandat bikin laporan 90 hari soal Iran.

"Beberapa anggota mengabaikan perbedaan dan bersikeras memberlakukan sanksi," sindir perwakilan China.

Negara Barat tak terima. Inggris, Prancis, dan Jerman bersikeras mekanisme snapback tetap sah karena Iran berkali-kali melanggar JCPOA. "Terlepas dari kepentingan politik, faktanya Komite 1737 tetap ada," tegas AS.

Washington menuduh Rusia-China melindungi Iran. Pemungutan suara pun digelar. Hasilnya 11 dukung, 2 tolak, 2 abstain. Usulan Rusia-China untuk memblokir rapat gagal.

China tak tinggal diam. Mereka menyalahkan AS sebagai biang kerok krisis Timur Tengah karena keluar sepihak dari JCPOA dan menerapkan "tekanan maksimum".

"China tetap mendukung hak Iran menggunakan nuklir secara damai," kata Beijing.

Sementara Inggris memperingatkan, Iran kini satu-satunya negara non-pemilik senjata nuklir yang memperkaya uranium ke tingkat tinggi.

Sidang berakhir tanpa titik temu. Perang urat saraf Rusia-China vs Barat di DK PBB soal Iran pun makin panas.(CNN/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN