Friday, September 11, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Startup China Kembangkan Implan Chip Otak Tanpa Operasi Tengkorak

Mistar.idJumat, 11 September 2026 pukul 17.57 WIB
startup_china_kembangkan_implan_chip_otak_tanpa_operasi_tengkorak

Ilustrasi otak. (Foto: Getty Images/Janiecbros)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Pemasangan implan chip otak umumnya membutuhkan operasi untuk membuka tengkorak. Namun, startup asal Shanghai, China, StairMed Technology mengembangkan metode pemasangan perangkat antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) melalui pembuluh darah di leher tanpa pembedahan tengkorak.

Salah satu pendiri StairMed, Zhao Zhengtuo, mengatakan ahli bedah dengan pengalaman empat hingga lima tahun diperkirakan dapat memasang perangkat tersebut dalam waktu sekitar 10 menit.

Metode ini diklaim lebih cepat dibandingkan prosedur pemasangan implan yang dilakukan Neuralink, perusahaan neuroteknologi milik Elon Musk. Sebagai perbandingan, operasi pemasangan implan pertama Neuralink membutuhkan waktu sekitar dua jam dengan bantuan robot bedah untuk membuka tengkorak.

BCI merupakan teknologi yang memungkinkan otak manusia berinteraksi dengan komputer atau perangkat lain melalui sinyal saraf. Chip yang ditanam di dalam tubuh membaca aktivitas saraf, kemudian menerjemahkan sinyal tersebut menjadi instruksi digital untuk mengendalikan perangkat seperti komputer atau smartphone.

Meski terdengar menjanjikan, klaim waktu pemasangan sekitar 10 menit dari StairMed masih perlu dibuktikan. Sebab, metode berbasis pembuluh darah tersebut sejauh ini baru diuji pada hewan domba dan belum memasuki tahap uji coba pada manusia.

Artinya, waktu 10 menit yang disebut StairMed masih berupa perkiraan prosedur dan belum menjadi hasil yang terbukti berhasil diterapkan kepada pasien manusia.

StairMed juga masih perlu memastikan aspek keamanan dan efektivitas metode tersebut sebelum diterapkan kepada manusia.

Dalam pengembangan BCI melalui pembuluh darah, StairMed bukan satu-satunya perusahaan yang menggunakan metode tersebut. Perusahaan asal Amerika Serikat, Synchron, lebih dulu menerapkannya melalui perangkat BCI bernama Stentrode.

Sejak 2023, Synchron telah menanamkan Stentrode pada 10 pasien di Amerika Serikat dan Australia.

StairMed juga mendapat dukungan pendanaan dari dua raksasa teknologi China, Tencent dan Alibaba. Dalam satu tahun terakhir, startup tersebut disebut telah mengumpulkan lebih dari 1,1 miliar yuan atau sekitar Rp2,88 triliun.

Pendanaan tersebut datang di tengah upaya China mendorong perkembangan industri BCI di dalam negeri. Pemerintah China menargetkan setidaknya dua hingga tiga perusahaan BCI asal negara tersebut mampu bersaing secara global pada 2030.

Selain StairMed dan Neuralink, OpenAI juga dikabarkan tertarik mengembangkan teknologi BCI. (hm25/Kompas.com)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN