Thursday, August 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Roket SpaceX Falcon 9 Hantam Bulan, NASA Temukan Kawah Baru Selebar 18 Meter

Mistar.idKamis, 20 Agustus 2026 pukul 15.26 WIB
roket_spacex_falcon_9_hantam_bulan_nasa_temukan_kawah_baru_selebar_18_meter

Citra Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) Narrow Angle Camera sebelum (M1370003265R) dan sesudah (M1541091337R) tumbukan booster di permukaan Bulan. Gambar diperbesar lima kali, dengan arah utara berada di atas. Masing-masing citra memiliki lebar 120 meter. (foto: NASA/GSFC/Intuitive Machines via Science Daily)

news_banner

Washington, MISTAR.ID - NASA berhasil memotret kawah baru di permukaan Bulan yang terbentuk setelah tingkat atas roket SpaceX Falcon 9 menghantam satelit alami Bumi tersebut pada 5 Agustus 2026.

Dilansir Science Daily, Kamis (20/8/2026), kawah itu dipotret Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) pada 11-12 Agustus, setelah tim NASA menunggu posisi orbit yang tepat selama enam hari.

Hasil pengamatan memperlihatkan kawah memiliki lebar sekitar 60 kaki atau 18 meter dengan kedalaman kurang dari 10 kaki atau sekitar 3 meter.

Tingkat atas Falcon 9 yang menghantam Bulan sebelumnya digunakan dalam peluncuran misi Firefly Blue Ghost 1 pada Januari 2025.

Untuk mendapatkan gambar lokasi tumbukan, para insinyur harus memiringkan LRO agar kameranya tepat mengarah ke sasaran saat wahana melintas sekitar 97 kilometer di atas permukaan Bulan dengan kecepatan sekitar 1,6 kilometer per detik.

Presisi waktu juga menjadi tantangan. NASA menyebut pengambilan gambar yang terlambat atau terlalu cepat 10 detik saja dapat membuat lokasi target bergeser sekitar 16 kilometer dari pusat foto.

LRO menggunakan Narrow Angle Camera yang mampu mendeteksi objek berukuran sekitar 0,9 meter. Pengamatan dari beberapa sudut dan kondisi pencahayaan memungkinkan ilmuwan mengukur ukuran kawah sekaligus memperkirakan kedalamannya melalui bayangan yang terbentuk.

Foto juga memperlihatkan pola terang dan gelap yang memancar dari pusat kawah. Material berwarna lebih gelap merupakan debu dan batuan yang telah lama terpapar angin matahari, sinar kosmik, serta tumbukan mikrometeorit.

Benturan Falcon 9 melemparkan material dari kedalaman hingga sekitar 46 sentimeter. Sementara material yang lebih terang di dekat bibir kawah diyakini berasal dari lapisan yang lebih dalam dan relatif lebih segar.

Pencarian kawah tidak hanya melibatkan NASA. Astronom independen terlebih dahulu menghitung lintasan roket menggunakan data yang tersedia untuk publik.

NASA melalui Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) kemudian memanfaatkan peristiwa tersebut untuk menguji metode prediksi tumbukan. Perhitungan mereka menghasilkan perkiraan lokasi yang kemudian dibagikan kepada tim Korea Pathfinder Lunar Orbiter atau Danuri milik Korea Selatan.

Beberapa jam kemudian, Danuri memotret lokasi tersebut menggunakan kamera beresolusi tinggi LUTI. Hasilnya menunjukkan prediksi NASA meleset hanya sekitar 0,6 mil atau sekitar 1 kilometer.

Koordinat dari Danuri selanjutnya digunakan tim LRO untuk mempersempit area pengamatan. Setelah membandingkan gambar sebelum dan sesudah tumbukan, NASA menetapkan pusat kawah berada di 19,4759 derajat Lintang Utara dan 266,7138 derajat Bujur Timur, pada elevasi 511 meter. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN