Sunday, August 23, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Mensesneg Tegas Membantah, Haji Isam Bukan Koordinator Penanganan Karhutla

Mistar.idMinggu, 23 Agustus 2026 pukul 16.41 WIB
mensesneg_tegas_membantah_haji_isam_bukan_koordinator_penanganan_karhutla_

Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan dalam acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).(Foto: Antara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (23/8/2026) – Isu yang menyebut pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) muncul dari narasi dan video yang beredar di media sosial.

Dalam kabar itu disebutkan ia mendapat mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, klaim tersebut telah dibantah tegas oleh Istana.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

"Tidak ada, tidak benar itu," kata Prasetyo saat ditemui awak media di sela acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Klarifikasi itu disampaikan merespons kabar yang viral di media sosial. Dalam kabar tersebut, Haji Isam disebut ditunjuk Presiden Prabowo untuk memimpin operasi penanganan karhutla di Kalimantan.

Semua Pihak Diminta Bantu, Bukan Jadi KoordinatorPrasetyo menegaskan pemerintah memang mengajak seluruh pihak untuk membantu penanganan karhutla. Namun penunjukan koordinator tidak dilakukan.

"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tetapi kalau menjadi koordinator, tidak. Kewenangannya bukan di situ," jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah pusat telah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani karhutla di wilayah prioritas.

Pemerintah saat ini meningkatkan upaya pengendalian karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Sebanyak 12.880 personel dikerahkan untuk pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.

Perhatian khusus diberikan pada enam provinsi rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Presiden Prabowo Subianto juga telah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026).

Dalam rapat itu, Presiden menginstruksikan penambahan bantuan berupa 4 helikopter water bombing, 100 pompa air, 2.000 Alat Pelindung Diri (APD), cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air. (Antara/hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN