Friday, November 6, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Geopark Ijen Pertahankan Status UNESCO Global Geopark, Raih Green Card

Mistar.idJumat, 6 November 2026 pukul 14.53 WIB
geopark_ijen_pertahankan_status_unesco_global_geopark_raih_green_card

Geopark Ijen. (Foto: Indonesia Travel)

Paris, MISTAR.ID – Geopark Ijen berhasil mempertahankan status UNESCO Global Geopark (UGGp) setelah memperoleh Green Card atau Kartu Hijau dalam Sidang Dewan UGG ke-11 di Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis, pada 3 November 2026.

Dalam proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen menjadi salah satu kawasan yang mendapat rekomendasi perbaikan paling sedikit dibandingkan puluhan geopark lain di dunia.

General Manager Geopark Ijen, Abdillah Baras, mengatakan keputusan pemberian Green Card disetujui secara bulat oleh seluruh 12 anggota Dewan UGG. Penetapan tersebut berlangsung tanpa perdebatan.

“Alhamdulillah, 12 dewan sepakat untuk memberikan Green Card. Mereka semua unanimous (sepakat) menyatakan Geopark Ijen lolos proses revalidasi. Tanpa ada perdebatan,” kata Abdillah, dilansir dari Kompas.com.

Ia menjelaskan, sekitar 60 geopark di berbagai negara menjalani proses revalidasi pada tahun ini. Dari seluruh kawasan tersebut, Geopark Ijen termasuk yang memperoleh rekomendasi perbaikan paling sedikit dari UNESCO.

“Bahkan, di antara 60 geopark di seluruh dunia yang menjalani proses revalidasi tahun ini, Geopark Ijen yang paling sedikit mendapatkan rekomendasi dibanding geopark yang lain. Kami semua sangat bersyukur,” ujarnya.

Sebelumnya, Geopark Ijen menjalani penilaian langsung oleh asesor UNESCO pada Agustus 2026. Proses revalidasi mencakup sejumlah aspek, mulai dari keunikan bentang alam, tata kelola kawasan, konservasi, pendidikan, hingga dampak pengelolaan geopark terhadap kesejahteraan masyarakat.

Hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengelola Geopark Ijen telah memenuhi rekomendasi UNESCO yang diberikan pada 2023, ketika kawasan itu pertama kali ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

Abdillah menilai keberhasilan mempertahankan status internasional tersebut mencerminkan pengelolaan Geopark Ijen yang telah memenuhi standar global, khususnya dalam pelestarian alam, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan mempertahankan status menjadi bukti bahwa tata kelola Geopark Ijen telah memenuhi standar global dalam aspek konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam mempertahankan pengakuan internasional tersebut.

Menurut Ipuk, pencapaian ini merupakan hasil kerja sama pemerintah, pengelola, komunitas, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat di sekitar kawasan Geopark Ijen.

Ia mengingatkan bahwa status UNESCO Global Geopark bukan hanya bentuk pengakuan dunia, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk melindungi kelestarian alam, kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya kawasan Ijen.

“Predikat sebagai UNESCO Global Geopark ini harus kita jaga bersama. Semoga Geopark Ijen tetap lestari serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Ipuk. (Kompas)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN