Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
WISATA

Geofest 2026 Resmi Diluncurkan, Tiga Geopark Dunia Bersinergi dari Raja Ampat hingga Toba

Mistar.idKamis, 23 April 2026 20.04
journalist-avatar-top
geofest_2026_resmi_diluncurkan_tiga_geopark_dunia_bersinergi_dari_raja_ampat_hingga_toba

Soft launching Geo Festival (Geofest) 2026

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Soft launching Geo Festival (Geofest) 2026 resmi digelar sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan di tiga geopark dunia, yakni Raja Ampat Geopark (pre-event), Toba Caldera Geopark (main event), dan Lenggong Geopark (post event).

Kegiatan berlangsung di Museum Daerah Sumatera Utara, Kamis (23/4/2026), dengan menghadirkan para pakar, pejabat pemerintah, pemangku kepentingan, serta media. Sejumlah mitra strategis juga turut hadir untuk menjalin kolaborasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda P Setiawan, diwakili Sekretaris Dinas Ibnu Akbar, secara resmi membuka acara dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan kawasan Kaldera Toba, dari sekadar destinasi wisata menjadi kawasan berbasis geopark.

“Isu pariwisata berkelanjutan, konservasi, dan edukasi harus menjadi perhatian utama. Pengelolaan geopark membutuhkan keterlibatan luas, khususnya masyarakat lokal. Pariwisata tidak lagi sekadar meningkatkan kunjungan, tetapi juga mencakup pelestarian budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan focus group discussion (FGD) yang menghadirkan narasumber utama, yakni M Armand Effendy Pohan dan Budi Sinulingga.

Keduanya menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan geopark melalui penguatan regulasi, serta revitalisasi kelembagaan melalui penyesuaian struktur dan nomenklatur organisasi.

Sekitar 50 peserta terpilih mengikuti diskusi yang membahas berbagai isu strategis geopark beserta tantangannya. Sejumlah narasumber turut memberikan pandangan secara daring, termasuk penasihat Jaringan Geopark Indonesia, Farid Mohamad, serta perwakilan Lenggong Geopark, Encik Azzam.

Puncak kegiatan Geofest 2026 akan digelar di Toba Caldera Geopark pada 1–5 Juli 2026. Agenda yang disiapkan meliputi aksi konservasi, geo-tour, pameran produk geologi (geo-product exhibition), seminar internasional, pertunjukan budaya, serta forum diskusi geopark tingkat nasional.

Diperkirakan sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari ahli geologi, pengelola geopark internasional, aktivis lingkungan dan sosial, hingga unsur pemerintahan, akan terlibat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi global untuk merumuskan strategi pengelolaan geopark yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (rel)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN