Tuesday, June 9, 2026
home_banner_first
SUMUT

Konsep Keberlanjutan Danau Toba yang Lebih Tepat Menurut Pakar

Mistar.idKamis, 23 April 2026 11.57
EH
PS
konsep_keberlanjutan_danau_toba_yang_lebih_tepat_menurut_pakar

Pemerhati pembangunan, Wilmar Eliezer Simandjorang. (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Pemerhati pembangunan, Wilmar Eliaser Simandjorang, menilai konsep low tourism lebih tepat diterapkan untuk menjaga keberlanjutan kawasan Danau Toba.

Ia mendorong peralihan konsep pariwisata dari mass tourism ke low tourism berbasis kajian ilmiah.

“Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tujuh kabupaten sekitar kawasan tersebut,” ujar Wilmar, Kamis (23/4/2026).

Dalam hasil penelitiannya, Wilmar menegaskan pembangunan pariwisata harus disesuaikan dengan daya dukung lingkungan secara terukur.

Diungkapkan Wilmar, pengelolaan destinasi, tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Tetapi harus mengutamakan kualitas pengalaman dan keberlanjutan ekosistem harus menjadi prioritas utama.

Ia menjelaskan, model mass tourism selama ini memberi dampak positif seperti peningkatan pendapatan daerah dan terbukanya lapangan kerja.

Selain itu, sektor transportasi, perhotelan, dan perdagangan juga ikut tumbuh. Namun, pendekatan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan tekanan lingkungan.

“Degradasi ekosistem, kepadatan kawasan wisata, hingga penurunan kualitas pengalaman wisatawan dapat terjadi jika tidak dikendalikan,” katanya lagi.

Sebagai alternatif, Wilmar mendorong penerapan low tourism yang menitikberatkan kualitas dibanding kuantitas kunjungan.

Konsep ini membatasi jumlah wisatawan sesuai daya dukung lingkungan. Orientasinya pada pengalaman wisata yang lebih tenang, ramah lingkungan, dan berbasis konservasi.

“Pendekatan low tourism lebih relevan untuk Danau Toba. Ini bukan hanya soal jumlah wisatawan, tetapi kualitas, keberlanjutan, dan dampak ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Pendekatan ini juga dinilai sejalan dengan penguatan konsep Geopark Kaldera Toba.

“Dengan pengelolaan tepat, kawasan Danau Toba diyakini tetap dapat berkembang sebagai destinasi kelas dunia tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tuturnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN