Friday, July 24, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Sebelum Ditemukan Tewas, Siswa Secata TNI AD Asal Nias Tak Hadir Apel Pagi

Mistar.idJumat, 24 Juli 2026 pukul 18.43 WIB
sebelum_ditemukan_tewas_siswa_secata_tni_ad_asal_nias_tak_hadir_apel_pagi

Kondisi GGG saat ditemukan. (Foto: Facebook/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID - Kodam I/BB menyampaikan penjelasan terkait penyebab tewasnya GGG, 21 tahun, siswa pendidikan pertama TNI AD yang ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri di sebatang pohon aliran sungai di kawasan Rindam I/BB, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Senin (20/7/2026) pagi.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy mengatakan, sebelum ditemukan tak bernyawa, siswa yang baru saja mengikuti Pendidikan Tamtama (Dikmata) TNI-AD Gelombang II TA 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) I/BB, tidak terlihat saat apel pagi.

“Pada Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 04.00 WIB yang bersangkutan tidak hadir pada kegiatan rutin senam pagi, sehingga satuan melaksanakan pengecekan dan pencarian di lingkungan Secata Rindam I/BB,” ujar Sandy dalam keterangan tertulisnya diterima Mistar, Jumat (24/7/2026), sore.

Beberapa jam kemudian, pada pukul 10.25 WIB, ditemukan dalam keadaan tergantung di salah satu pohon di lingkungan belakang Secata Rindam I/BB, dalam kondisi meninggal dunia.

Sandy mengatakan setelah korban ditemukan, jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Berdasarkan hasil penyelidikan tim gabungan, disebutkan hasil autopsi bahwa GGG tewas bunuh diri.

“Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya tindakan ataupun bekas-bekas kekerasan atau penganiayaan dari tubuh korban,” ucapnya.

GGG merupakan siswa yang baru saja mengikuti Pendidikan Tamtama (Dikmata) TNI-AD Gelombang II TA 2026 di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) I/BB. Danrindam I/BB, Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, mengatakan korban baru menjalani masa pendidikan selama empat hari.

Danrindam menjelaskan, jasad GGG pertama kali ditemukan oleh jajaran pelatih Rindam I/BB di lokasi kejadian. Terkait spekulasi dan informasi yang beredar mengenai dugaan korban sengaja mengakhiri hidupnya.

Abdul Razak menegaskan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam. Ia mengarahkan agar detail penanganan perkara tersebut dikonfirmasikan ke pihak Detasemen Polisi Militer (Denpom).



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN