Saturday, July 25, 2026
home_banner_first
HIBURAN

Film The Odyssey Kembali Sorot Riviera di Ulisse, Pesisir Legendaris Italia

Mistar.idSabtu, 25 Juli 2026 pukul 06.00 WIB
film_the_odyssey_kembali_sorot_riviera_di_ulisse_pesisir_legendaris_italia

Kota bukit Sperlonga, Italia (foto: Getty Images/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Adaptasi terbaru The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan kembali menarik perhatian publik terhadap Riviera di Ulisse, kawasan pesisir di Italia yang sejak lama dikaitkan dengan perjalanan tokoh legendaris Odysseus.

Terletak di antara Roma dan Napoli, Riviera di Ulisse menawarkan deretan pantai di pesisir Laut Tyrrhenian yang masih relatif tenang dibanding destinasi populer seperti Amalfi Coast maupun Cinque Terre. Kawasan ini mencakup sejumlah kota pesisir, di antaranya Terracina, Sperlonga, Gaeta, San Felice Circeo, hingga Sabaudia.

Salah satu lokasi yang paling dikenal adalah Monte Circeo. Menurut legenda, tempat itu merupakan kediaman Circe, penyihir yang mengubah para pengikut Odysseus menjadi babi, sebagaimana diceritakan dalam epos karya Homer.

Meski kisah The Odyssey telah berusia hampir 3.000 tahun, minat terhadap cerita tersebut kembali meningkat seiring produksi film terbaru Christopher Nolan. Warga Riviera di Ulisse sendiri telah lama hidup berdampingan dengan berbagai legenda yang melekat pada kawasan itu.

Walaupun epos tersebut identik dengan Yunani, sejumlah lokasi dalam ceritanya diyakini berada di wilayah Italia bagian selatan.

Dalam Buku X The Odyssey, kapal Odysseus diceritakan singgah di Negeri Laestrygonian sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Aeaea, tempat ia bertemu Circe.

Arkeolog Lorenzo Ceruleo menjelaskan belum ada bukti bahwa Homer pernah mengunjungi Italia. Namun, ketika bangsa Yunani tiba di kawasan itu sekitar 750 SM, karya-karyanya sudah dikenal luas oleh para pelaut.

"Para pelaut pada masa itu menghadapi lautan yang belum mereka kenal. Mereka kemudian menghubungkan tempat-tempat baru dengan kisah yang telah akrab bagi mereka sebagai cara untuk memahami lingkungan tersebut," kata Ceruleo, dikutip dari BBC, Jumat (24/7/2026).

Seiring berjalannya waktu, Monte Circeo dipercaya sebagai Pulau Aeaea, sementara Terracina dikaitkan dengan Negeri Laestrygonian. Ceruleo menyebut anggapan itu muncul karena pada masa lampau Monte Circeo tampak seperti sebuah pulau dan pernah menjadi lokasi pelabuhan Romawi bernama Circeii.

Meski demikian, ia menegaskan hubungan tersebut lebih merupakan bagian dari tradisi sastra dibanding fakta sejarah.

Nama Riviera di Ulisse sendiri baru diperkenalkan pada abad ke-20 sebagai upaya mempromosikan kawasan wisata yang membentang dari San Felice Circeo hingga Scauri di Teluk Gaeta.

Sejumlah daerah lain, seperti Formia, Gaeta, dan Kepulauan Pontine, juga mengklaim memiliki keterkaitan dengan perjalanan Odysseus. Jejak legenda itu masih terlihat melalui berbagai nama tempat usaha, seperti Lido di Penelope dan Rive di Ulisse.

Di sisi lain, masyarakat Terracina tetap mempertahankan identitasnya sebagai komunitas nelayan yang dikenal dengan sebutan sang' d' pesc atau "darah ikan".

Bagi wisatawan, kawasan ini menawarkan beragam destinasi alam dan sejarah. Parco Nazionale del Circeo yang memiliki luas sekitar 9.000 hektare menyuguhkan hutan, bukit pasir, serta jalur pendakian menuju puncak Monte Circeo dengan panorama Laut Tyrrhenian dan Kuil Jupiter Anxur.

Tak jauh dari sana terdapat Grotta Guattari, gua yang menjadi lokasi penemuan fosil manusia Neanderthal pada 1939.

Sementara itu, Parco Regionale Riviera di Ulisse menghadirkan pantai, gua laut, dan wisata perahu yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

"Pantainya indah, gua lautnya menakjubkan, dan garis pantainya paling menarik dijelajahi menggunakan kapal," ujar Presiden Parco Regionale Riviera di Ulisse, Massimo Giovanchelli.

Di Sperlonga, arkeolog pada 1957 menemukan kumpulan patung marmer bertema The Odyssey di gua Vila Romawi milik Kaisar Tiberius. Penelitian pada 2019 menunjukkan gua itu dirancang agar cahaya matahari menerangi patung-patung tersebut saat titik balik musim.

Kini, wisatawan dapat mengunjungi Museum Arkeologi Nasional Sperlonga, menikmati pantai berpasir putih, maupun berjalan-jalan di kawasan kota tua yang dipenuhi bunga bugenvil.

Meski menyimpan kekayaan sejarah, panorama alam, dan legenda yang kuat, Riviera di Ulisse masih belum sepopuler Roma maupun Pantai Amalfi.

"Lokasi kami yang berada di antara Roma dan Napoli justru membuat banyak wisatawan asing hanya melintas tanpa singgah," kata Linda Contreras dari Centro Guide Turistiche.

Saat musim panas, kawasan ini memang ramai dikunjungi wisatawan domestik Italia dan pelancong dari Eropa Utara. Namun, suasananya masih jauh lebih tenang dibanding sejumlah destinasi wisata Italia yang mengalami overtourism.

Terlepas dari benar atau tidaknya Monte Circeo menjadi latar kisah Circe, Riviera di Ulisse tetap menawarkan perpaduan panorama pesisir, sejarah, dan legenda yang menjadikannya salah satu destinasi unik di Italia



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN