Sunday, August 2, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Bukan Sekadar Pencari Nafkah, Ini 7 Peran Ayah dalam Membentuk Emosi Anak

Mistar.idSenin, 3 Agustus 2026 pukul 06.30 WIB
bukan_sekadar_pencari_nafkah_ini_7_peran_ayah_dalam_membentuk_emosi_anak

Ilustrasi. Peran ayah sangat penting dalam tumbuh kembang anak. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Peran ayah dalam kehidupan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan sejak dini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional, pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak.

Pentingnya kehadiran ayah dalam pengasuhan juga menjadi perhatian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Keterlibatan ayah secara aktif dinilai dapat mencegah fenomena fatherless, yaitu kondisi ketika anak tumbuh tanpa mendapatkan kehadiran atau dukungan emosional dari sosok ayah.

Fenomena fatherless tidak selalu berarti seorang ayah tidak berada dalam kehidupan anak. Dalam sejumlah kasus, ayah tinggal bersama keluarga, tetapi jarang terlibat dalam komunikasi dan aktivitas pengasuhan karena kesibukan atau keterbatasan waktu.

Padahal, hubungan emosional yang terbangun antara ayah dan anak dapat menjadi dasar penting bagi perkembangan psikologis anak. Kehadiran ayah yang hangat dan responsif membantu anak merasa aman, dihargai, serta lebih mudah memahami dan mengelola perasaannya.

Anak yang memiliki kedekatan dengan ayah cenderung lebih percaya diri, berani mengeksplorasi lingkungan, mampu menjalin hubungan sosial, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Sebaliknya, kurangnya keterlibatan emosional dapat membuat anak lebih rentan mengalami kesulitan dalam mengendalikan emosi maupun membangun rasa percaya diri.

Selain sebagai pendamping, ayah juga menjadi contoh perilaku bagi anak. Sikap ayah saat berkomunikasi, menghadapi masalah, menghargai pasangan, hingga mengelola tekanan akan menjadi pembelajaran yang diamati anak dalam kehidupan sehari-hari.

Para ahli perkembangan anak menyebut interaksi antara ayah dan anak dapat membantu membentuk nilai tanggung jawab, kedisiplinan, serta keberanian. Hubungan yang konsisten juga memperkuat ikatan emosional yang berdampak hingga anak tumbuh dewasa.

Keterlibatan ayah juga berperan dalam menumbuhkan empati. Melalui kegiatan sederhana seperti bermain bersama, mendengarkan cerita anak, atau berdiskusi tentang perasaan, ayah membantu anak memahami emosi diri sendiri maupun orang lain.

Peran tersebut semakin penting ketika anak memasuki masa remaja. Pada fase ini, anak mulai mencari identitas diri dan menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan. Ayah yang terbuka dalam berkomunikasi dapat menjadi tempat anak mencari dukungan dan arahan.

Membangun kedekatan dengan anak tidak harus melalui kegiatan besar. Hal-hal sederhana seperti makan bersama, menemani belajar, mengantar sekolah, bermain, atau menanyakan aktivitas anak sehari-hari sudah dapat memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

Kehadiran ayah yang bermakna bukan hanya soal berada di rumah, tetapi juga tentang memberikan perhatian, mendengarkan tanpa menghakimi, serta menghargai proses dan usaha anak.


Tujuh peran ayah dalam perkembangan emosional anak:

1. Membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

2. Menjadi teladan (role model) dalam bersikap dan berperilaku.

3. Membantu anak mengenali serta mengelola emosi.

4. Menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap orang lain.

5. Menciptakan rasa aman yang mendukung kesehatan mental.

6. Memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

7. Membantu anak lebih siap menghadapi tantangan sosial hingga dewasa.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN