Aset Rusia Rp3.000 Triliun Digoyang Putusan Pengadilan Belgia

Aset Rusia Rp3.000 Triliun Digoyang Putusan Pengadilan Belgia. (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (17/9/2026) — Aset Rusia senilai lebih dari Rp3.000 triliun yang dibekukan di Euroclear kembali terseret ke dalam sengketa hukum. Pengadilan administrasi tertinggi Belgia mempersoalkan kewenangan Treasury negara tersebut dalam mengambil keputusan atas aset Rusia yang dibekukan, setelah membatalkan keputusan untuk menolak permintaan BCS Bank.
Putusan Council of State Belgia pada 11 September 2026 menjadi sorotan karena menyentuh persoalan mendasar: siapa yang sebenarnya memiliki kewenangan hukum untuk menentukan nasib aset Rusia yang dibekukan di Euroclear?
Meski demikian, putusan tersebut bukan perintah untuk mencairkan aset Rusia. Pengadilan tidak memerintahkan Euroclear mengembalikan aset BCS Bank. Yang dipersoalkan adalah dasar kewenangan dan mekanisme pengambilan keputusan Treasury Belgia.
Putusan ini muncul ketika Uni Eropa kembali menghadapi tekanan untuk menentukan bagaimana aset Rusia yang dibekukan dapat dimanfaatkan guna membantu Ukraina.
Aset Rusia di Euroclear Jadi Titik Sengketa
Perkara ini bermula dari aset milik BCS Bank, bank asal Rusia yang dikenai sanksi Uni Eropa, yang tersimpan melalui Euroclear di Belgia.
Pada Juli 2024, BCS Bank meminta agar asetnya dilepaskan. Treasury Belgia menolak permintaan tersebut. BCS kemudian mengajukan banding ke Council of State pada Oktober 2024.
Sengketa itu akhirnya berujung pada putusan yang tidak secara langsung menjawab apakah aset tersebut harus dikembalikan. Pengadilan justru menyoroti kewenangan Treasury Belgia dalam mengambil keputusan.
Menurut putusan tersebut, Belgia memang menunjuk menteri keuangan sebagai otoritas yang menangani permintaan terkait aset yang dibekukan. Namun, kewenangan itu kemudian didelegasikan kepada administrator-general Treasury.
Council of State menilai pendelegasian tersebut tidak memiliki batas dan definisi hukum yang cukup jelas. Karena itu, keputusan Treasury yang menolak permintaan BCS Bank tidak dapat dipertahankan dalam bentuk yang ada.
Putusan Belgia Tak Otomatis Cairkan Aset Rusia
Ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi: putusan pengadilan Belgia tidak berarti aset Rusia langsung cair.
Council of State membatalkan keputusan Treasury, tetapi tidak memerintahkan pelepasan aset BCS Bank.
Artinya, putusan tersebut lebih berkaitan dengan legalitas kewenangan dan prosedur pengambilan keputusan, bukan keputusan bahwa aset yang dibekukan harus dikembalikan kepada pemiliknya.
Kementerian Keuangan Belgia masih mempelajari putusan tersebut dan konsekuensinya. Reuters melaporkan, perkara ini secara langsung hanya menyangkut BCS Bank, meski dapat menimbulkan tantangan hukum terhadap keputusan Treasury lainnya apabila menggunakan mekanisme pendelegasian yang serupa.
Karena itu, putusan tersebut belum dapat dianggap sebagai pembatalan terhadap rezim pembekuan aset Rusia di Eropa secara keseluruhan.
Rp3.000 Triliun Aset Rusia Ada di Euroclear
Nilai aset yang berada di balik sengketa inilah yang membuat perkembangan di Belgia mendapat perhatian luas.
Euroclear melaporkan bahwa pada akhir Juni 2026, neraca Euroclear Bank mencapai €241 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar €202 miliar terkait dengan aset Rusia yang terkena sanksi.
Jika menggunakan asumsi kurs Rp15.000 per euro, nilainya mencapai sekitar Rp3.030 triliun.
Namun, angka tersebut tidak berarti seluruh Rp3.030 triliun merupakan uang tunai yang siap digunakan.
Euroclear menjelaskan bahwa aset Rusia yang terkena sanksi tetap diimmobilisasi di neracanya. Di dalamnya terdapat berbagai aset dan dana yang terkait dengan entitas Rusia yang dikenai sanksi. Pendapatan yang dihasilkan dari aset tersebut juga dikelola sesuai aturan sanksi dan regulasi yang berlaku.
Dengan demikian, istilah “aset Rusia Rp3.000 triliun” perlu dipahami sebagai nilai aset Rusia yang terkena sanksi dan tercatat dalam neraca Euroclear Bank, bukan dana tunai yang bisa langsung dipindahkan atau dibelanjakan.
Aset Rusia Dibekukan, Bukan Berarti Langsung Disita
Sengketa di Belgia juga memperjelas perbedaan antara pembekuan dan penyitaan aset Rusia.
Pembekuan atau immobilisasi membuat pemilik aset tidak dapat mengakses atau memindahkannya selama sanksi berlaku. Status tersebut berbeda dengan penyitaan, yang menyangkut pengambilalihan aset berdasarkan dasar hukum tertentu.
Perbedaan ini menjadi sangat penting karena Uni Eropa telah memanfaatkan keuntungan atau pendapatan yang dihasilkan dari aset Rusia yang dibekukan, tetapi penggunaan pokok aset Rusia masih menjadi persoalan hukum dan politik yang lebih kompleks.
Euroclear menyatakan pada paruh pertama 2026, pendapatan bunga dari aset Rusia yang terkena sanksi mencapai €2,3 miliar. Sebagian keuntungan tersebut digunakan dalam mekanisme kontribusi Uni Eropa untuk mendukung Ukraina.
Dengan kata lain, aset Rusia tetap dibekukan, sementara keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut diperlakukan melalui mekanisme yang berbeda berdasarkan aturan Uni Eropa.
Bolehkah Aset Rusia Dipakai untuk Ukraina?
Persoalan menjadi semakin rumit karena Uni Eropa terus membahas pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina.
Komisi Eropa sebelumnya mengusulkan skema yang menggunakan aset Rusia sebagai dasar pembiayaan bagi Ukraina. Namun, Belgia menghadapi kekhawatiran mengenai risiko hukum dan finansial karena sebagian besar aset tersebut berada di Euroclear yang berbasis di Brussels.
Portugal pada September 2026 menyatakan mendukung penggunaan aset Rusia yang dibekukan untuk membantu Ukraina, tetapi pada saat yang sama mengakui kekhawatiran Belgia mengenai kebutuhan jaminan tingkat Uni Eropa untuk menghadapi potensi risiko finansial.
Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan aset Rusia bukan hanya menyangkut berapa besar dana yang tersedia, tetapi juga siapa yang menanggung risiko jika keputusan tersebut digugat.
Euroclear Juga Hadapi Gugatan Rusia
Risiko hukum terhadap aset Rusia di Euroclear tidak hanya datang dari pengadilan Belgia.
Euroclear mengatakan menghadapi sejumlah proses hukum di Rusia terkait pembekuan aset Rusia. Bank Sentral Rusia juga mengajukan gugatan terhadap Euroclear terkait immobilisasi aset berdaulat Rusia.
Menurut Euroclear, pengadilan Moskow pada Mei 2026 mengeluarkan putusan yang menguntungkan Bank Sentral Rusia. Banding Euroclear kemudian ditolak pada Juli 2026. Namun, Euroclear menyatakan tidak mengakui yurisdiksi pengadilan Rusia dan putusan tersebut tidak diakui berdasarkan hukum Uni Eropa.
Situasi ini memperlihatkan bahwa aset Rusia yang dibekukan telah menjadi sengketa hukum lintas yurisdiksi.
Di Belgia, persoalannya berkaitan dengan kewenangan otoritas dalam mengambil keputusan. Di Rusia, gugatan diarahkan terhadap Euroclear atas pembekuan aset. Sementara di tingkat Uni Eropa, perdebatan berlanjut mengenai sejauh mana aset tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu Ukraina.
Putusan Belgia Buka Pertanyaan Baru soal Aset Rusia
Putusan Council of State Belgia belum mengubah status sekitar €202 miliar aset Rusia yang terkena sanksi dan tercatat di Euroclear.
Namun, keputusan tersebut membuka pertanyaan penting mengenai dasar hukum pengelolaan aset Rusia yang dibekukan.
Bagi BCS Bank, putusan tersebut belum berarti asetnya kembali. Bagi Belgia, keputusan itu dapat mendorong penataan ulang mekanisme kewenangan Treasury. Sedangkan bagi Uni Eropa, perkara ini menjadi pengingat bahwa rencana pemanfaatan aset Rusia menghadapi bukan hanya persoalan kebijakan, tetapi juga tantangan hukum.
Dengan nilai aset Rusia yang mencapai sekitar Rp3.000 triliun di Euroclear, perkembangan hukum di Belgia menjadi bagian dari sengketa yang jauh lebih besar: apakah aset tersebut hanya akan tetap dibekukan, atau suatu saat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Ukraina dengan dasar hukum yang mampu bertahan dari gugatan.
(reuters/Euroclear/financialtime/*/hm27)








































