SMAN 2 Medan Siapkan 417 Siswa Hadapi TKA 2026

Siswa SMAN 2 Medan sedang belajar di dalam kelas. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (17/9/2026) - SMA Negeri 2 Medan mulai menggencarkan persiapan bagi peserta didiknya untuk menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Wakil Kepala SMAN 2 Medan Bidang Kurikulum, Nurhalijah, menyebutkan sebanyak 417 siswa kelas XII dari sekolah tersebut dipastikan akan mengikuti TKA.
Ia menjelaskan, sekolah kembali menjalin kemitraan dengan lembaga bimbingan tes di Medan untuk memfasilitasi pembekalan siswa. Les tambahan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya kepada siswa setiap hari Kamis dan Jumat sepulang sekolah.
“Jadi anak-anak diberikan pembekalan materi ujian TKA yang mencakup tiga mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai minat dan kemampuan siswa,” katanya kepada Mistar, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan les tambahan pada tahun sebelumnya, pihak sekolah menemukan kendala berupa banyaknya siswa yang absen karena mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah kini melakukan pendataan dan penyesuaian jadwal.
Proses belajar di sekolah kini diatur mulai dari jam pelajaran ke-10 pada hari Kamis agar siswa yang memiliki jadwal bimbingan di luar sekolah pada pukul 17.00 WIB tetap dapat mengikutinya. Sekolah juga memperketat aturan kedisiplinan bagi siswa yang mangkir dari bimbingan tanpa alasan yang jelas, serta mewajibkan pengurusan izin resmi bagi yang memiliki jadwal les eksternal.
“Selain itu, kami juga membagikan buku panduan pengerjaan latihan TKA. Jadi itu dibahas oleh anak-anak bekerja sama dengan guru-guru mapel di kelas mereka. Tahun semalam juga ada kita bagikan buku panduannya ini,” tuturnya lagi.
Nurhalijah mengatakan, bimbel ini sudah mulai berjalan sejak minggu kedua September dan berlangsung hingga November mendatang. Bimbel ini, kata dia, memungkinkan para siswa melakukan persiapan menuju proses Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), mengingat pihak sekolah, bahkan guru, tidak mengetahui soal-soal TKA.
Tahun ini, simulasi TKA akan berlangsung pada 21 September dan pelaksanaannya dimulai pada 26 Oktober hingga 8 November. Pelaksanaan ujian akan dibagi ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama yaitu pada 26-29 Oktober, sementara gelombang kedua pada 2-5 November 2026.
Setiap siswa akan menjalani ujian selama empat hari, dengan rincian tiga hari untuk mata pelajaran wajib dan satu hari khusus untuk dua mata pelajaran pilihan. Guna mengantisipasi keterbatasan fasilitas laboratorium komputer yang hanya menampung 72 unit dari dua lab yang tersedia, sekolah menyiasatinya dengan membagi sesi ruangan. Setiap ruangan diisi 36 siswa dan diawasi oleh dua orang pengawas silang dari luar sekolah.
Dari seluruh perjuangan yang sudah dilakukan pada pelaksanaan TKA perdana tahun lalu, Nurhalijah mengatakan bahwa nilai rata-rata TKA SMAN 2 Medan tinggi. Namun, ia menyebutkan ada salah seorang siswa yang memiliki nilai TKA cukup tinggi dan nilai rapor yang juga tinggi, tetapi tidak lulus ke PTN favoritnya di Sumut.
Hal ini menjadi pertanyaan bukan hanya dari pihak sekolah, tetapi juga para orang tua. Mengingat TKA disebut menjadi nilai tambah untuk masuk ke PTN.
“Waktu parenting sama orang tua, kami sampaikan siapa tahu masuk ke universitas, sertifikat TKA ini menjadi bahan pertimbangan untuk kelulusan,” ucapnya.
“Ternyata kami lihat hasilnya, banyak anak kami yang memang memiliki nilai mumpuni diterima di PTN. Semua nilainya bagus, tidak hanya TKA. Rapor juga bagus, sertifikat juga ada. Itu jadi salah satu pertanyaan kita, karena kita sudah mendorong maksimal,” katanya lagi.
Maka dari itu, ia mengatakan bahwa pihak sekolah berharap sertifikat TKA tahun ini dapat direalisasikan oleh pemerintah sebagai salah satu komponen bahan pertimbangan kelulusan masuk Perguruan Tinggi Negeri.








































