Sunday, August 2, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Kenali Dampak dan Penyebab Boreout

Mistar.idMinggu, 2 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB
kenali_dampak_dan_penyebab_boreout

Ilustrasi Boreout. (Foto: Persometrics)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Masalah di tempat kerja tidak selalu dipicu oleh tekanan atau beban pekerjaan yang berlebihan. Dalam sejumlah kasus, justru pekerjaan yang monoton dan minim tantangan dapat membuat seseorang kehilangan gairah bekerja. Kondisi ini dikenal sebagai boreout.

Karyawan yang mengalami boreout umumnya tetap menjalankan tugas dan hadir bekerja seperti biasa. Namun, di balik rutinitas tersebut, mereka merasa kurang termotivasi, kehilangan makna dalam pekerjaan, hingga tidak lagi memiliki tujuan yang jelas.

Apabila terus dibiarkan, boreout dapat berdampak pada kesehatan mental, menurunkan produktivitas, serta menghambat perkembangan karier. Dari sisi perusahaan, kondisi ini juga berpotensi memicu penurunan kinerja tim dan meningkatkan angka pergantian karyawan (turnover).

Karena itu, mengenali penyebab dan dampak boreout sejak dini menjadi langkah penting agar kondisi tersebut dapat dicegah sebelum memengaruhi karyawan maupun organisasi secara lebih luas.

Melansir dari CNN Indonesia, Minggu (2/8/2026), boreout adalah kondisi ketika seseorang mengalami kebosanan kronis di tempat kerja akibat pekerjaan yang terlalu monoton, minim tantangan, atau tidak memberi kesempatan untuk berkembang.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Peter Werder dan Philippe Rothlin pada 2007 untuk menggambarkan fenomena karyawan yang kehilangan motivasi karena kurangnya stimulasi dalam pekerjaan.

Berbeda dengan rasa bosan sesaat, boreout berlangsung dalam waktu yang lama sehingga dapat mengikis keterlibatan, kreativitas, dan rasa percaya diri. Seseorang mungkin tetap hadir dan menyelesaikan tugasnya setiap hari, tetapi secara emosional sudah tidak lagi merasa terhubung dengan pekerjaannya.

Kondisi ini juga sering disalahartikan sebagai kemalasan. Padahal, banyak orang yang mengalami boreout sebenarnya memiliki kemampuan lebih besar, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi tersebut.

Boreout sering dianggap sebagai kebalikan dari burnout karena dipicu oleh kurangnya tantangan dan beban kerja, bukan tekanan kerja yang berlebihan. Meski penyebabnya berbeda, keduanya bisa sama-sama memengaruhi kondisi mental karyawan.

Berikut penyebab utama yang dapat memicu boreout, baik yang berasal dari lingkungan kerja maupun diri sendiri.

1. Pekerjaan yang kurang menantang

Karyawan yang terus-menerus mengerjakan tugas sederhana dan berulang cenderung lebih cepat merasa bosan. Kurangnya variasi membuat pekerjaan kehilangan nilai dan tidak lagi memberikan kepuasan.

2. Budaya perusahaan yang minim inovasi

Lingkungan kerja yang tidak mendorong ide baru atau pengembangan diri dapat membuat karyawan merasa stagnan. Akibatnya, mereka sulit menemukan motivasi untuk memberikan kontribusi lebih.

3. Beban kerja terlalu ringan

Tidak semua masalah muncul karena pekerjaan yang terlalu banyak. Beban kerja yang terlalu sedikit juga dapat membuat seseorang merasa tidak memiliki peran penting dalam organisasi sehingga memicu rasa tidak berdaya.

4. Sulit keluar dari zona nyaman

Sebagian orang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencoba tantangan baru, tetapi memilih tetap berada dalam rutinitas karena takut gagal atau kurang percaya diri. Sikap ini dapat memperpanjang rasa bosan di tempat kerja.

5. Kurangnya kesempatan berkembang

Minimnya pelatihan, promosi, atau rotasi pekerjaan membuat karyawan merasa tidak memiliki arah karier yang jelas. Lambat laun, kondisi tersebut dapat menurunkan motivasi bekerja. (Cnn)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN