Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Pangeran Harry Disebut Masih Merindukan Inggris, Cari Peran Baru di Tengah Kehidupan di Amerika

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 21.57 WIB
pangeran_harry_disebut_masih_merindukan_inggris_cari_peran_baru_di_tengah_kehidupan_di_amerika

Pangeran Harry. (foto:AFP via MS Now/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (15/7/2026) – Pangeran Harry disebut masih memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Inggris meski telah enam tahun menetap di California, Amerika Serikat, bersama istrinya, Meghan Markle, dan kedua anak mereka.

Pandangan tersebut disampaikan Dan Wakeford, pendiri buletin budaya pop Celebrity Intelligence sekaligus mantan pemimpin redaksi People, Entertainment Weekly, dan Us Weekly. Mengutip sumber yang berbicara kepada Celebrity Intelligence, Wakeford mengatakan Duke of Sussex masih merindukan keluarga, teman-teman lama, hingga kehidupan yang pernah dijalaninya sebagai anggota keluarga kerajaan.

"Harry khususnya tidak menyukai kehidupan yang dia jalani di Amerika. Dia merindukan keluarganya, teman-temannya, dan kehidupan lamanya di Inggris," ujar Wakeford kepada Fox News Digital, dikutip pada Rabu (15/7/2026) malam.

Menurutnya, Harry sebenarnya lebih menyukai kehidupan yang sederhana dibanding gaya hidup glamor yang kini dijalaninya di California. Namun, ia menilai gaya hidup tersebut lebih sesuai dengan Meghan Markle.

Meski demikian, Archewell selaku organisasi yang mengelola kantor Pangeran Harry dan Meghan Markle membantah berbagai spekulasi tersebut.

"Semua itu hanyalah spekulasi yang tidak berdasar, dan kami tidak akan berkomentar mengenainya," demikian pernyataan Archewell kepada Fox News Digital.

Pertemuan dengan Raja Charles III Jadi Sinyal Positif

Di tengah berbagai spekulasi, Harry baru-baru ini mengambil langkah yang dinilai penting dalam memperbaiki hubungan dengan keluarganya.

Pada 10 Juli, Harry, Meghan Markle, Pangeran Archie, dan Putri Lilibet bertemu Raja Charles III serta Ratu Camilla di Highgrove House. Pertemuan tersebut dikonfirmasi Istana Buckingham dan menjadi momen langka setelah hubungan keluarga memburuk sejak Harry dan Meghan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada 2020.

Pertemuan itu berlangsung setelah Harry berada di Inggris untuk menghadiri sejumlah kegiatan amal yang sempat memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan dirinya bertemu sang ayah.

Banyak pengamat kerajaan menilai momen tersebut sebagai sinyal positif menuju rekonsiliasi, meski hubungan keluarga disebut masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

Invictus Games Dinilai Masih Menjadi Peran Paling Bermakna

Pakar kerajaan Richard Fitzwilliams menilai persoalan utama Harry bukanlah kehidupan rumah tangganya, melainkan belum ditemukannya peran yang benar-benar sesuai setelah meninggalkan keluarga kerajaan.

"Saya pikir penting untuk menegaskan bahwa pernikahan Harry adalah pernikahan yang bahagia. Masalahnya adalah Harry belum memiliki peran yang tepat," katanya kepada Fox News Digital.

Menurut Fitzwilliams, Harry memang tetap aktif melalui Invictus Games, ajang olahraga internasional bagi veteran perang yang didirikannya pada 2014. Namun, ia menilai Harry masih merindukan sebagian kehidupannya di Inggris, termasuk hubungan dengan teman-teman lama, organisasi amal yang pernah didukungnya, serta kedekatan emosional dengan makam sang ibu, Putri Diana.

Pandangan serupa disampaikan pakar kerajaan Hilary Fordwich. Ia menilai Harry tampak paling bahagia saat berinteraksi langsung dengan para peserta Invictus Games.

"Melihat Harry bermain rugby kursi roda bersama peserta Invictus Games memperlihatkan sosok yang benar-benar menikmati perannya," ujarnya.

Kehidupan di Amerika Tidak Sepenuhnya Sesuai Harapan

Wakeford juga menyoroti perjalanan Harry dan Meghan setelah memilih meninggalkan keluarga kerajaan demi membangun kehidupan yang mandiri secara finansial.

Menurutnya, ekspektasi terhadap kesuksesan bisnis pasangan Sussex tidak sepenuhnya sesuai dengan realitas.

Ia mengklaim nilai kontrak Netflix maupun Spotify yang selama ini ramai diberitakan sebenarnya lebih rendah dibanding angka yang banyak beredar di media. Meski demikian, ia menegaskan Harry dan Meghan tidak berada dalam kondisi kesulitan keuangan.

"Mereka tidak bangkrut. Mereka hanya perlu memastikan pengeluaran tetap seimbang dengan pendapatan jangka panjang," kata Wakeford.

Harry Terus Mendorong Rekonsiliasi dengan Keluarga

Dalam beberapa tahun terakhir, Harry juga semakin terbuka mengenai keinginannya memperbaiki hubungan dengan keluarga kerajaan.

Dalam wawancara bersama BBC pada 2025, ia mengaku ingin mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Saya sangat ingin berdamai dengan keluarga saya karena tidak ada gunanya lagi terus bertengkar," ujar Harry.

Ia juga mengungkapkan kerinduannya terhadap Inggris.

"Tentu saja saya merindukan beberapa bagian Inggris. Sangat menyedihkan karena saya tidak bisa menunjukkannya kepada anak-anak saya."

Pernyataan tersebut memperkuat kesan bahwa meski telah membangun kehidupan baru di Amerika Serikat, Inggris tetap memiliki tempat istimewa di hati Harry.

Kehilangan Teman dan Identitas Lama

Sejumlah orang yang mengenal Harry sejak muda menilai keputusan meninggalkan Inggris juga membuatnya kehilangan sebagian besar lingkaran sosial yang telah menemaninya selama puluhan tahun.

Editor kerajaan The Sunday Times, Roya Nikkhah, sebelumnya melaporkan bahwa Harry kini lebih banyak mengenang masa lalunya.

Seorang sumber yang mengenalnya sejak remaja mengatakan Harry dahulu menikmati kehidupan sederhana, seperti menghabiskan waktu di pub atau berkumpul bersama teman-teman di pedesaan Inggris.

Menurut sumber tersebut, kehidupan eksklusif di California belum tentu menjadi lingkungan yang benar-benar sesuai bagi Harry, meski ia menikmati perannya sebagai suami dan ayah.

Dalam serial dokumenter Netflix pada 2022, Harry sendiri pernah mengakui bahwa kepindahannya ke Amerika membuatnya kehilangan beberapa sahabat dekat.

"Saya merindukan teman-teman saya. Saya kehilangan beberapa teman dalam proses ini," katanya.

Mencari Identitas Baru di Luar Kerajaan

Di balik berbagai spekulasi mengenai kehidupannya, banyak pengamat menilai tantangan terbesar yang dihadapi Harry bukan sekadar soal hubungan keluarga ataupun perpindahan negara.

Selama lebih dari tiga dekade, identitasnya melekat erat sebagai anggota keluarga kerajaan Inggris. Ketika ia memutuskan mundur dari tugas kerajaan pada 2020, Harry juga harus membangun kembali peran dan jati dirinya di luar institusi yang selama ini membentuk kehidupannya.

Hingga kini, Invictus Games masih dianggap sebagai kontribusi paling nyata yang memperlihatkan dedikasi Harry di panggung internasional. Namun, sejumlah pengamat menilai ia masih mencari ruang yang lebih luas untuk memberikan dampak, sekaligus menyeimbangkan kehidupan keluarga di Amerika dengan ikatan emosional yang tetap kuat terhadap Inggris.

Perjalanan Harry menunjukkan bahwa meninggalkan sebuah institusi mungkin dapat dilakukan dalam waktu singkat, tetapi melepaskan ikatan terhadap keluarga, sahabat, dan tanah kelahiran sering kali membutuhkan waktu jauh lebih panjang. Itulah sebabnya, di tengah kehidupan barunya di California, Inggris tampaknya tetap menjadi bagian penting yang sulit dipisahkan dari kisah hidup Duke of Sussex.

(*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN