Friday, July 17, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Scaloni Pertimbangkan Ubah Formasi saat Argentina Hadapi Inggris, De Paul Terancam Dicadangkan

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 23.04 WIB
scaloni_pertimbangkan_ubah_formasi_saat_argentina_hadapi_inggris_de_paul_terancam_dicadangkan

Lionel Messi bersama Rodrigo De Paul. Insert: Lionel Scaloni. (foto:getty image via talksport/karyailmiah/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (15/7/2026) – Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan formasi jelang laga semifinal melawan Inggris. Keputusan tersebut berpotensi mengubah komposisi utama Tim Tango, termasuk membuka kemungkinan Rodrigo De Paul memulai pertandingan dari bangku cadangan.

Sepanjang turnamen, Argentina konsisten menggunakan formasi 4-1-3-2 atau 4-4-2. Namun, menurut laporan media Argentina Olé yang dikutip talkSPORT, Rabu (15/7/2026), Scaloni mulai menguji skema 5-3-2 dalam sesi latihan terakhir.

Perubahan itu diyakini sebagai upaya untuk memperkuat lini belakang menghadapi agresivitas serangan Inggris, sekaligus menjaga keseimbangan permainan di laga yang diprediksi berlangsung ketat.

De Paul Berpotensi Kehilangan Tempat di Starting XI

Jika Scaloni benar-benar memilih formasi tiga bek tengah, salah satu pemain yang kemungkinan menjadi korban adalah Rodrigo De Paul.

Pada laga perempat final melawan Swiss, Scaloni masih menurunkan De Paul bersama Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Leandro Paredes di lini tengah. Namun, dengan skema 5-3-2, lini tengah diperkirakan hanya akan diisi oleh Paredes, Fernandez, dan Mac Allister.

Artinya, De Paul berpotensi kehilangan tempat di susunan pemain utama demi memberi ruang bagi tambahan bek tengah, yang diperkirakan akan ditempati Nicolas Otamendi.

Selama ini, De Paul memiliki peran penting dalam permainan Argentina. Selain menjadi penghubung antara lini tengah dan depan, ia juga dikenal sebagai pemain yang selalu berada di dekat Lionel Messi. Karena sering menjadi pemain pertama yang membela sang kapten saat mendapat tekanan dari lawan, De Paul bahkan dijuluki sebagai "pengawal" Messi.

Dilema Scaloni: Pertahanan Lebih Kokoh atau Messi Lebih Bebas?

Menggunakan formasi 5-3-2 memang memberikan keuntungan dari sisi pertahanan. Argentina akan memiliki tiga bek tengah yang lebih siap meredam serangan Inggris, sementara dua wing-back dapat membantu transisi menyerang maupun bertahan.

Namun, keputusan tersebut juga memiliki konsekuensi.

Tanpa De Paul, Messi berpotensi kehilangan salah satu rekan yang paling memahami pergerakannya di lapangan. Hal itu bisa membuat kapten Argentina lebih mudah diisolasi oleh lini pertahanan Inggris, terutama jika suplai bola dari lini tengah tidak berjalan maksimal.

Di sisi lain, trio Leandro Paredes, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister diharapkan mampu menjaga keseimbangan permainan sekaligus mengontrol tempo pertandingan.

Formasi 5-3-2 Pernah Berhasil pada Piala Dunia 2022

Bagi Scaloni, penggunaan formasi 5-3-2 bukanlah sesuatu yang baru.

Pelatih berusia 48 tahun itu pernah menerapkan skema serupa saat Argentina menghadapi Belanda pada perempat final Piala Dunia 2022. Ketika itu, strategi tersebut terbukti efektif membawa La Albiceleste melewati pertandingan dramatis yang akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Dalam laga tersebut, lini tengah diisi oleh Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul, sementara Leandro Paredes masuk sebagai pemain pengganti.

Pertandingan itu dikenang sebagai salah satu duel paling panas dalam sejarah Piala Dunia modern dengan total 48 pelanggaran yang terjadi sepanjang laga.

Rivalitas Inggris vs Argentina Selalu Sarat Gengsi

Semifinal kali ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Inggris dan Argentina memiliki sejarah panjang yang membuat setiap pertemuan keduanya selalu dipenuhi tensi tinggi.

Kedua negara telah empat kali bertemu di Piala Dunia, yakni pada edisi 1966, 1986, 1998, dan 2002. Laga nanti akan menjadi pertemuan kelima mereka di panggung sepak bola terbesar dunia.

Selain rivalitas olahraga, hubungan kedua negara juga kerap dikaitkan dengan sejarah Perang Falkland yang terjadi lebih dari empat dekade lalu. Meski sepak bola dan politik merupakan dua hal berbeda, latar belakang tersebut kerap membuat atmosfer pertandingan semakin emosional.

Bahkan, otoritas keamanan Amerika Serikat melalui FBI disebut menempatkan laga Inggris kontra Argentina sebagai pertandingan dengan tingkat risiko keamanan tertinggi sepanjang turnamen.

Menariknya, duel semifinal ini juga menjadi pertemuan pertama kedua negara sejak laga persahabatan pada November 2005.

Fakta Menarik Inggris vs Argentina

Pertemuan kali ini menjadi duel kelima Inggris dan Argentina di ajang Piala Dunia.

Lionel Scaloni pernah sukses menggunakan formasi 5-3-2 saat mengalahkan Belanda pada Piala Dunia 2022.

Rodrigo De Paul dikenal luas sebagai pemain yang paling sering mendampingi Lionel Messi selama pertandingan.

Laga Argentina kontra Belanda pada Piala Dunia 2022 menghasilkan 48 pelanggaran dan menjadi salah satu pertandingan paling keras dalam sejarah turnamen.

Semifinal ini menjadi pertemuan pertama Inggris dan Argentina sejak pertandingan persahabatan pada 2005.

Pertarungan Taktik Akan Menentukan Nasib Argentina

Keputusan Lionel Scaloni dalam menentukan formasi berpotensi menjadi faktor penentu hasil pertandingan.

Memainkan De Paul memberikan Argentina koneksi yang lebih baik dengan Messi, tetapi mengurangi kekuatan bertahan. Sebaliknya, menggunakan tiga bek tengah akan membuat pertahanan lebih solid, meski berisiko membuat Messi lebih terisolasi di lini depan.

Dilema tersebut menunjukkan bahwa semifinal ini bukan hanya adu kualitas pemain, tetapi juga pertarungan strategi antara dua tim yang sama-sama memiliki ambisi besar menuju final.

Apa pun keputusan yang diambil Scaloni, perubahan kecil dalam susunan pemain bisa menjadi pembeda dalam salah satu laga paling bergengsi di Piala Dunia.

(*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN