Pemko Medan Kucurkan Anggaran Rp249 Miliar untuk Tangani Masalah Banjir

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi. (Foto: Medsos SDABMBK/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berfokus mengatasi permasalahan banjir. Sejumlah titik yang selama ini menjadi langganan banjir mulai dipetakan untuk segera ditangani.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, menjelaskan pada 2026 pihaknya menganggarkan Rp249 miliar untuk penanganan banjir.
“Ada sekitar 31 titik yang menjadi fokus kami kerjakan tahun ini. Semuanya sudah masuk dalam rencana kerja dan saat ini sedang berjalan. Perbaikan yang dilakukan berupa pemasangan U-Ditch, normalisasi drainase, dan pengorekan sedimentasi,” ujarnya kepada Mistar, Kamis (16/7/2026).
Azmi menjelaskan, salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan adalah Komplek BTN di Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, yang kerap dilanda banjir.
“Dari peninjauan langsung ke lokasi kemarin, Pak Wali meminta agar penanganan banjir di Komplek BTN segera dilakukan. Karena itu, normalisasi parit di sekitar komplek langsung kami kerjakan agar mampu menampung debit air saat hujan. Nantinya di bagian belakang juga akan dibangun tembok sehingga air tidak langsung masuk ke komplek,” jelasnya.
Selain itu, kawasan Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, juga sedang dilakukan perbaikan melalui normalisasi saluran drainase.
“Penanganan awal sudah kami lakukan. Untuk jangka panjang juga sudah kami rencanakan, berupa pemasangan U-Ditch hingga pembangunan kolam retensi di sana. Namun, untuk kolam retensi kemungkinan baru dianggarkan tahun depan,” katanya.
Azmi menegaskan pihaknya optimistis seluruh upaya penanganan banjir tersebut dapat diselesaikan pada pertengahan Desember 2026.
“Kalau semuanya lancar tanpa ada gangguan, kemungkinan pengerjaan selesai pada Desember. Karena kita juga harus memahami bahwa setiap pekerjaan pasti akan bersinggungan dengan masyarakat atau terkendala cuaca buruk. Yang pasti kami berupaya maksimal agar banjir bisa segera teratasi,” ujarnya.
Terkait dampak penanganan banjir yang telah dilakukan, Azmi menyebut sejumlah titik banjir sudah menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, genangan air kini lebih cepat surut dibanding sebelumnya.
“Kalau genangan air memang masih ada, itu terjadi karena beberapa faktor, misalnya wilayahnya rendah atau tidak adanya saluran pembuangan air di lokasi. Namun, untuk lamanya genangan air sudah jauh berkurang. Kalau dulu bisa satu hingga tiga jam tergenang, sekarang dalam waktu sekitar 30 menit air sudah surut. Dengan upaya yang tengah dilakukan, kami juga mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran drainase,” pungkasnya. (hm25)






















