Pertamina Bantah Sopir Mobil Tangki Mogok Massal, Target Antrean SPBU Sumut Normal Sabtu

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, memberikan keterangan terkait distribusi BBM di Sumatera Utara. (Foto: Tribun)
Medan, MISTAR.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) angkat bicara terkait isu sopir mobil tangki (MT) yang disebut melakukan mogok massal. Pertamina membantah kabar tersebut dan menargetkan antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Utara kembali normal pada Sabtu (18/7/2026).
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengungkapkan penyebab kekosongan BBM di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir bukan karena aksi mogok massal, melainkan adanya pembenahan manajemen transportasi.
"Kami sampaikan, tidak ada pemogokan sopir MT. Ada pembenahan manajemen di transportasi, tetapi bukan PHK massal. Kami melakukan pembinaan dan penyesuaian terhadap sopir MT yang kurang berperforma dan tidak memenuhi persyaratan," katanya, Kamis (16/7/2026).
Sunardi memastikan stok BBM di Integrated Terminal (IT) Medan masih dalam kondisi sangat aman.
Ia menyebut stok Pertalite cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 16 hari ke depan. Selain itu, pasokan tambahan dari kapal bermuatan 32.000 kiloliter (KL) dijadwalkan tiba pada Jumat (17/7/2026). Sementara itu, stok Biosolar dipastikan aman untuk tujuh hari ke depan dengan tambahan pasokan dari kapal yang telah tiba pada Kamis (16/7/2026).
Untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM, Pertamina merekrut 41 Awak Mobil Tangki (AMT) dari luar wilayah Sumbagut, menambah 35 unit mobil tangki mulai hari ini, serta menggandeng personel TNI dari Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Bekang).
"Per tadi malam, kami sudah mendistribusikan 6.000 KL ke sejumlah SPBU dari yang biasanya hanya 5.400 KL. Ini upaya kami untuk memulihkan stok," ujarnya.
Sunardi optimistis kondisi SPBU akan kembali normal dalam waktu dekat. Ia juga mengimbau masyarakat tidak terpengaruh isu yang beredar di media sosial, tidak melakukan panic buying, serta tidak membeli BBM secara berlebihan.
"Harapannya, dalam operasional satu hingga dua hari stok di SPBU sudah pulih. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang. Insyaallah kebutuhan akan kami penuhi. Perkiraan Sabtu kembali normal," tuturnya.
























