Harga Oli Naik, Warga Dairi Tunda Belanja Sparepart, Omzet Toko Turun 40 Persen

Toko Setia Motor yang menjual sparepart (suku cadang) dan oli di Sidikalang.(Foto:Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID, (16/7/2026) – Warga pembeli oli dan suku cadang kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengeluhkan tingginya harga sehingga menunda belanja.
Sejumlah pemilik dan pengusaha toko suku cadang kendaraan di Sidikalang, Kabupaten Dairi, mengaku rata-rata mengalami kondisi tersebut sejak Juni 2026 pasca-kenaikan harga oli. Kondisi itu berdampak pada penurunan omzet penjualan hingga mencapai 40 persen.
Salah satu pemilik toko suku cadang di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, saat dihubungi MISTAR, Kamis (16/7/2026), mengatakan omzet penjualan selama dua bulan terakhir anjlok karena pembeli sangat sepi akibat tingginya harga.
"Setiap hari kami menerima pembeli yang komplain soal harga dan akhirnya tidak jadi belanja. Kami akui harga memang naik dan bervariasi, sekitar 15 hingga 20 persen, sehingga penjualan menjadi sepi," kata pengusaha Toko Setia di Sidikalang.
Diakuinya, pembeli yang paling sering menunda belanja adalah pembeli oli di luar produk Pertamina. Sebagai contoh, harga oli Deltalube mencapai Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per liter. Sementara itu, harga oli Mesran produksi Pertamina sekitar Rp62 ribu per liter.
Sementara itu, warga bermarga Pakpahan dan Pasaribu yang ditemui di lokasi toko mengaku kaget dengan harga oli yang tiba-tiba melonjak. Sebelumnya, mereka membeli oli kemasan lima liter seharga Rp300 ribu.
"Namun kini harganya telah mencapai Rp400 (ribu)," kata Pasaribu.
Secara terpisah, para pengusaha angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan antarkota antarprovinsi (AKAP) yang ditemui MISTAR di loket masing-masing mengaku kenaikan harga oli dan suku cadang tidak memengaruhi tarif angkutan yang telah ditetapkan Dinas Perhubungan. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pengamat UISU Ungkap Tiga Penyebab Antrean Panjang BBM di SPBU Sumut Meski Pertamina Tambah Armada























