Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Oli Kendaraan di Medan Naik hingga 15 Persen, Pengendara dan Bengkel Sama-sama Mengeluh

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 15.51 WIB
harga_oli_kendaraan_di_medan_naik_hingga_15_persen_pengendara_dan_bengkel_samasama_mengeluh

Pekerja bengkel mengganti oli sepeda motor di sebuah bengkel di Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok. Harga pelumas atau oli kendaraan di sejumlah bengkel dan toko suku cadang di Kota Medan juga mengalami kenaikan hingga 15 persen.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk perawatan rutin kendaraan. Tak sedikit pengendara mengaku keberatan karena pengeluaran rumah tangga terus bertambah.

Pemilik bengkel di Jalan Klambir Lima, Ayung, mengatakan kenaikan harga oli sudah terjadi sejak bulan lalu. Menurutnya, hampir seluruh jenis oli mengalami penyesuaian harga.

"Ini naiknya sudah dari bulan lalu. Ada oli yang awalnya Rp45.000 menjadi Rp55.000, ada juga yang dari Rp60.000 menjadi Rp75.000 per botol. Kenaikannya sekitar 10 hingga 15 persen untuk oli kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ayung mengaku kenaikan harga tersebut membuat banyak pelanggan mengeluh. Bahkan, ada yang terpaksa menunda penggantian oli karena uang yang dibawa tidak mencukupi.

"Kalau di bengkel ini, rata-rata bapak-bapak dan ibu-ibu datang kalau memang sudah darurat. Banyak ibu-ibu yang biasa bawa uang pas karena harga sebelumnya relatif tetap. Sekarang mereka harus pulang dulu mengambil tambahan uang karena harganya naik. Kami hanya bisa menjelaskan kalau kenaikan berasal dari distributor," katanya.

Salah seorang pengendara, Anita, mengaku semakin kesulitan mengatur pengeluaran keluarga di tengah kenaikan berbagai kebutuhan, termasuk biaya perawatan kendaraan.

"Berapa sih gaji guru? Dengan penghasilan yang terbatas, saya jadi semakin bingung karena semua kebutuhan naik. Kalau oli tidak diganti, motor bisa rusak dan akhirnya pekerjaan juga terganggu," tuturnya.

Keluhan serupa disampaikan seorang pengemudi ojek online. Ia mengatakan biaya operasional kendaraannya terus meningkat akibat kenaikan harga oli.

"Saya rutin ganti oli mesin setiap dua bulan sekali, sedangkan oli gardan setiap tiga bulan. Memang tidak setiap bulan, tapi kalau semua harga naik seperti ini, pendapatan sebagai ojol jadi semakin tipis karena harus menutupi biaya perawatan motor," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN