Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Stok Deterjen Mulai Langka, Grosir di Toba Kesulitan Penuhi Permintaan Pelanggan

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 14.59 WIB
stok_deterjen_mulai_langka_grosir_di_toba_kesulitan_penuhi_permintaan_pelanggan

Grosir yang ada di Kecamatan Balige. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID – Sejumlah grosir di Kabupaten Toba mulai kesulitan memperoleh pasokan sejumlah kebutuhan rumah tangga, terutama deterjen, Rabu (15/7/2026).

Salah seorang pemilik grosir di Kecamatan Porsea, A Situmorang, mengatakan pasokan deterjen dari distributor langganannya sudah berkurang sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan, kendaraan distribusi yang biasanya rutin datang, kini tidak lagi beroperasi seperti biasa.

"Kalau pun datang, jumlah barang yang dibawa jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya. Sampai sekarang kami belum menaikkan harga. Tetapi kalau kondisi ini berlangsung berbulan-bulan, bukan tidak mungkin harga ikut naik," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Kondisi serupa juga dialami pemilik grosir di Kecamatan Balige, A Napitupulu. Ia mengaku kewalahan memenuhi permintaan pelanggan karena stok deterjen dan sejumlah kebutuhan rumah tangga lainnya sangat terbatas.

Menurutnya, tidak sedikit pelanggan yang datang dari Kabupaten Tapanuli Utara maupun Humbang Hasundutan terpaksa pulang tanpa membawa barang karena persediaan sudah habis. Sebagian pelanggan masih bisa mendapatkan barang, tetapi jumlahnya jauh di bawah pesanan.

"Permintaan tetap tinggi, tetapi stok yang kami terima sangat sedikit sehingga tidak semua pelanggan bisa kami layani," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari distributor, terbatasnya pasokan diduga karena gudang penyimpanan di Pelabuhan Belawan kosong. Barang dari pabrik maupun distributor besar di Tanjung Priok disebut belum tiba sehingga distribusi ke daerah ikut terganggu.

Ia juga mendengar informasi bahwa kapal kontainer yang biasanya mengangkut barang kebutuhan pokok ke Pelabuhan Belawan kini jumlahnya berkurang.

"Katanya hanya sekitar sepertiga kapal kontainer yang masih bersandar di pelabuhan Indonesia, termasuk Belawan. Selebihnya lebih banyak beroperasi ke pelabuhan luar negeri seperti Singapura," ujarnya.

Meski demikian, Napitupulu mengaku belum mengetahui penyebab pasti berkurangnya kapal kontainer yang melayani pelabuhan di Indonesia.

Ia berharap pemerintah segera mencari solusi agar pasokan kebutuhan pokok kembali normal dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN