Cabai Rawit Hijau di Pangururan Melonjak Rp55.000 per Kilogram, Naik Rp15.000

Situasi aktivitas di Pasar Pangururan, Rabu (15/7/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID - Harga bahan pangan pokok di Pasar Percontohan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih relatif stabil selama pemantauan mingguan pada 24 Juni, 1 Juli, 8 Juli, dan 15 Juli 2026. Fluktuasi hanya terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, dengan kenaikan tertinggi dialami cabai rawit hijau.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Samosir, harga cabai rawit hijau pada 24 Juni tercatat Rp40.000 per kilogram, turun menjadi Rp38.000 pada 1 Juli, kembali naik menjadi Rp40.000 pada 8 Juli, lalu melonjak menjadi Rp55.000 per kilogram pada 15 Juli. Kenaikan tersebut mencapai Rp15.000 dibandingkan pekan sebelumnya.
Bawang merah lokal juga mengalami kenaikan. Harga yang semula Rp30.000 per kilogram pada 8 Juli meningkat menjadi Rp32.000 per kilogram pada 15 Juli. Sebelumnya, komoditas ini berada di angka Rp35.000 per kilogram pada 24 Juni dan 1 Juli.
Beras premium turut mengalami penyesuaian harga. Dari Rp15.400 per kilogram pada 24 Juni, harganya naik menjadi Rp16.000 per kilogram sejak 1 Juli dan bertahan hingga 15 Juli.
Di sisi lain, cabai merah keriting justru mengalami penurunan. Setelah sempat menyentuh Rp42.000 per kilogram pada 1 Juli, harganya turun menjadi Rp35.000 pada 8 Juli dan kembali turun menjadi Rp32.000 per kilogram pada 15 Juli.
Bawang putih juga turun dari Rp42.000 menjadi Rp40.000 per kilogram pada 15 Juli.
Harga jeruk lokal turun dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 per kilogram sejak 8 Juli dan bertahan hingga 15 Juli. Sementara itu, bawang merah impor turun dari Rp35.000 menjadi Rp32.000 per kilogram.
Tomat juga berfluktuasi. Harga pada 24 Juni sebesar Rp15.000 per kilogram, naik menjadi Rp18.000 pada 1 Juli, kemudian turun menjadi Rp16.000 pada 8 Juli dan bertahan hingga 15 Juli.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Samosir, Dermawan Sinaga, mengatakan kenaikan harga cabai rawit hijau dipicu berkurangnya pasokan dari petani akibat kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen.
Menurutnya, permintaan masyarakat terhadap cabai rawit hijau masih cukup tinggi sehingga harga bergerak naik ketika pasokan menurun.
Ia menyebutkan, secara umum kondisi harga bahan pokok di Pasar Percontohan Pangururan masih stabil.
Pemerintah daerah, kata Dermawan, terus melakukan pemantauan harga setiap pekan untuk mengantisipasi lonjakan yang dapat membebani masyarakat.
"Sejauh ini ketersediaan bahan pokok masih mencukupi dan harga mayoritas komoditas tetap terkendali. Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan," ujar Dermawan. (hm25)























