Monday, July 13, 2026
home_banner_first
WISATA

132.398 Wisatawan Kunjungi Panorama Tele dan WFC, PAD Samosir Tembus Rp2,72 Miliar

Mistar.idSenin, 13 Juli 2026 pukul 18.20 WIB
132398_wisatawan_kunjungi_panorama_tele_dan_wfc_pad_samosir_tembus_rp272_miliar

Ketua Pengelola Water Front City Pangururan. (foto: pangihutan/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID - Masa libur sekolah memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Samosir. Selama periode 19 Juni hingga 12 Juli 2026, sebanyak 132.398 wisatawan mengunjungi dua destinasi unggulan, yakni Panorama Tele dan Water Front City (WFC) Pangururan. Tingginya jumlah kunjungan tersebut turut mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata hingga mencapai Rp2.724.780.000.

Ketua Pengelola WFC Pangururan, Rudi SM Siahaan, mengatakan lonjakan kunjungan selama musim libur sekolah menunjukkan daya tarik destinasi wisata di Kabupaten Samosir terus mengalami peningkatan. Menurutnya, Panorama Tele dan WFC Pangururan masih menjadi tujuan favorit wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba.

"Mayoritas pengunjung berasal dari luar Kabupaten Samosir. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan data rekapitulasi pengelola, Panorama Tele menjadi destinasi dengan jumlah kunjungan tertinggi selama libur sekolah. Objek wisata yang berada di Kecamatan Harian itu dikunjungi 68.354 wisatawan, atau sekitar 51,6 persen dari total kunjungan di kedua destinasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 223 wisatawan merupakan warga Kabupaten Samosir dengan tarif retribusi Rp10.000 per orang, sehingga menghasilkan PAD sebesar Rp2.230.000. Sementara 68.131 wisatawan berasal dari luar daerah dengan tarif retribusi Rp20.000 per orang dan menyumbang PAD sebesar Rp1.362.620.000.

Secara keseluruhan, Panorama Tele menyumbang PAD sebesar Rp1.364.850.000, sekaligus menjadi penyumbang terbesar penerimaan retribusi wisata selama masa libur sekolah.

Sementara itu, Water Front City Pangururan mencatat kunjungan sebanyak 64.044 wisatawan. Destinasi yang berada di pusat Kota Pangururan tersebut terus menjadi salah satu ikon wisata baru yang diminati pengunjung.

Sebanyak 2.925 wisatawan merupakan warga Kabupaten Samosir dengan kontribusi PAD sebesar Rp29.250.000. Sedangkan 61.119 wisatawan berasal dari luar daerah dan menghasilkan penerimaan retribusi sebesar Rp1.222.380.000.

Selain dari retribusi masuk, WFC Pangururan juga memperoleh pendapatan dari sektor iklan sebesar Rp108.300.000, sehingga total PAD yang dihasilkan destinasi tersebut mencapai Rp1.359.930.000.

Jika digabungkan, Panorama Tele dan WFC Pangururan mencatat 132.398 kunjungan, terdiri dari 3.148 wisatawan asal Kabupaten Samosir dan 129.250 wisatawan dari luar daerah. Data tersebut menunjukkan lebih dari 97 persen pengunjung merupakan wisatawan yang datang dari luar Kabupaten Samosir.

Rudi juga menyebutkan jumlah kunjungan menjadi indikator positif bagi perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Samosir. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan destinasi wisata yang nyaman, aman, dan semakin menarik bagi wisatawan.

Selain itu, tren positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas pelayanan, kebersihan kawasan wisata, serta penyelenggaraan berbagai agenda dan atraksi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Samosir.

Kunjungan wisatawan selama libur sekolah 2026 ini juga memberikan dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat. "Tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner dan transportasi lokal menggeliat, serta pelaku UMKM dan pedagang di sekitar kawasan wisata turut menikmati peningkatan aktivitas ekonomi selama musim liburan," katanya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN