IKN Mulai Tunjukkan Daya Tarik Berkelas Dunia

Warga berjalan-jalan di Taman Kusuma Bangsa, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (Facebook/IKN Indonesia)
Kaltim, MISTAR.ID - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menilai Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan daya tarik sebagai destinasi baru di Indonesia, meski proses perpindahan seluruh fungsi pemerintahan belum sepenuhnya rampung.
Konsep pembangunan IKN yang menggabungkan arsitektur modern dengan identitas khas Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri.
Rahayu meyakini keberadaan hotel, fasilitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), serta kawasan konservasi satwa endemik akan semakin memperkuat posisi IKN sebagai destinasi berkelas dunia.
"Tentunya ini akan menjadi daya tarik untuk Kalimantan Timur, daya tarik untuk Balikpapan dan Samarinda. Tadi kita juga sudah mencoba jalan tolnya sangat lancar, mulus, luas sekali. Jadi saya rasa ini mudah-mudahan ini bisa menambah animo bukan hanya lokal tapi juga dari internasional untuk melihat wah ini ada Ibu Kota Negara yang baru yang sangat futuristik juga," ujar Rahayu saat berkunjung ke IKN pada Jumat (10/07/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ia juga optimistis konsep pembangunan yang mengusung prinsip modern, hijau, dan tetap menonjolkan jati diri Indonesia akan menjadikan Nusantara sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan internasional sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.
"Sabar karena tentunya masih dalam rangka pembangunan. Nantikan karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya tetapi sangat merepresentasikan dan saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN," kata Rahayu.
Selain itu, Rahayu juga mendorong penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kawasan. Rahayu menekankan bahwa pembangunan IKN perlu diiringi dengan penguatan ekosistem ekonomi yang inklusif melalui pelibatan UMKM dan Industri Kecil dan Menengah (IKM). Menurutnya, keberadaan UMKM harus menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi di IKN. "Jangan sampai UMKM ini tidak ada ruang di IKN. Karena tentunya mereka adalah usaha yang cukup besar jumlahnya lebih dari 90 persen bahkan bisa dikatakan 97 persen jenis usaha yang ada di Indonesia ini adalah UMKM," ujarnya.
Tak berhenti di situ, Rahayu mengapresiasi tingginya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan IKN. "Kami sangat senang tentunya mendengar bahwa adanya TKDN yang cukup tinggi. Apakah itu dalam pengadaan barang maupun juga pelibatan dari masyarakat lokal, material, perlengkapan dan seterusnya dalam pembangunan IKN ini," ujar Rahayu.
Menanggapi hal tersebut, Basuki menjelaskan bahwa Otorita IKN telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM lokal agar mampu menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Nusantara.
Salah satunya dilakukan melalui pelatihan kuliner dengan menghadirkan chef profesional guna meningkatkan kualitas produk dan layanan pelaku usaha lokal sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi di kawasan IKN.
"Sekarang konsumsi kegiatan di IKN tidak lagi didatangkan dari Balikpapan. Ibu-ibu Dharma Wanita mengumpulkan pelaku kuliner dari kawasan sekitar, kemudian kami menghadirkan chef untuk melatih mereka agar mampu mengembangkan usahanya. Kami ingin mereka tidak hanya berkembang di sektor kuliner, tetapi juga pada berbagai bidang usaha lainnya," kata Basuki. Selain peningkatan kapasitas, Otorita IKN juga memperluas akses pasar bagi UMKM melalui penyediaan booth usaha yang dikelola bersama mitra pembangunan.
Salah satunya melalui kerja sama dengan Artha Graha Network yang tengah mengembangkan Nusantara Park seluas 3,8 hektar sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat.
Berbagai program pemberdayaan lainnya juga terus dijalankan, antara lain pelatihan UMKM, pelatihan hospitality, pengembangan IKN Digital Community, fasilitasi promosi produk, pendampingan sertifikasi halal, hingga workshop kewirausahaan bekerja sama dengan Bank Indonesia. (Kompas)
PREVIOUS ARTICLE
Presiden Prabowo: Hei Para Koruptor, Sadar Diri!














