Monday, July 13, 2026
home_banner_first
SUMUT

Sepatu Bunut Tampil di PRSU 2026, Bidik Pasar Nasional

Mistar.idSenin, 13 Juli 2026 pukul 09.23 WIB
sepatu_bunut_tampil_di_prsu_2026_bidik_pasar_nasional

Bupati Asahan memperlihatkan Sepatu bunut yang jadi unggulan Paviliun Kabupaten Asahan di PRSU. (Foto: Diskominfo/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID – Salah satu produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Asahan yang dikenal dengan sebutan sepatu Bunut dipamerkan di ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026, Minggu (12/7/2026).

Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, mengatakan perkembangan industri sepatu Bunut sudah ada selama puluhan tahun dan menjadi identitas industri rumahan di Kabupaten Asahan.

Produk tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan mampu bersaing di pasar nasional.

“Sebagaimana diketahui, industri Sepatu Bunut telah berkembang sejak 1998 dan dipusatkan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Kelurahan Bunut dan Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat. Kawasan tersebut kini dikenal sebagai sentra produksi sepatu yang menjadi salah satu kebanggaan Kabupaten Asahan,” kata Taufik, Senin (13/7/2026).

Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan, Arbin Ariadi Tanjung, menyebutkan sepatu Bunut memiliki karakteristik berbeda dengan produk lain.

Hadir dengan pilihan desain untuk pria dan wanita. Sepatu ini juga dikenal dengan model tanpa tali dan tanpa tumit atau yang populer disebut model pansus. Produk tersebut juga memiliki harga yang relatif terjangkau dengan kualitas yang tetap terjaga.

Keunggulan lain terletak pada teknik pembuatannya. Para pengrajin memasang bagian kulit mulai dari tapak menuju bagian atas sepatu, berbeda dengan metode pembuatan sepatu pada umumnya.

Teknik tersebut menghasilkan produk yang lebih kokoh, nyaman digunakan, dan memiliki daya tahan yang tinggi.

“Hingga kini, para pengrajin masih memproduksi sekaligus memasarkan Sepatu Bunut secara mandiri melalui rumah produksi maupun toko milik masing-masing. Pemerintah Kabupaten Asahan berharap promosi melalui PRSU 2026 dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM daerah,” kata Arbin Tanjung.

Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, mengapresiasi kualitas sepatu Bunut yang dipamerkan. Menurutnya, produk tersebut memiliki desain yang menarik, jahitan yang rapi, serta kualitas yang mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal, Evita Nursanty membeli satu pasang sepatu Bunut berukuran 38. Begitu juga dengan beberapa staf mereka.

“Diharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Asahan terus membina dan mendampingi pelaku UMKM agar kualitas produk semakin meningkat dan jangkauan pemasarannya semakin luas,” tutur Evita. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN