Tiga Singa Mati Tenggelam saat Kebun Binatang di China Diterjang Topan Maysak

Petugas penyelamat mengevakuasi warga menggunakan perahu karet setelah banjir menyusul hujan lebat yang dibawa oleh topan Maysak di Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China, Senin (6/7/2026). (Foto: cnsphoto/via Reuters)
Guangxi, MISTAR.ID - Tiga ekor singa di Kebun Binatang Guigang, Guangxi, China, dilaporkan mati tenggelam setelah dikurung di dalam kandang saat banjir akibat Topan Maysak menerjang wilayah tersebut pekan lalu.
Pihak kebun binatang mengaku sengaja mengunci singa bersama sejumlah satwa buas lainnya, seperti beruang dan serigala, untuk mencegah hewan-hewan tersebut lepas dan membahayakan warga ketika banjir melanda.
"Kami tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah bagi negara ketika banjir datang dan membiarkan hewan-hewan berbahaya melarikan diri dan melukai orang," demikian pernyataan pengelola Kebun Binatang Guigang, dikutip dari Independent.
Saat topan melanda, ketinggian air di kawasan kebun binatang dilaporkan mencapai lebih dari dua meter. Selain tiga singa yang tewas, lebih dari 100 satwa lain hanyut terbawa arus banjir, di antaranya zebra, kuda poni mini, burung unta, alpaka, rakun, dan merak.
Laporan Global Times menyebutkan satu ekor zebra yang sempat hilang ditemukan dalam kondisi mati. Sementara itu, beruang cokelat dan serigala yang tetap berada di dalam kandang dilaporkan selamat, namun mengalami kondisi yang buruk setelah nyaris tenggelam.
Peristiwa tersebut memicu kritik dari aktivis perlindungan satwa. Presiden PETA Asia, Jason Baker, menilai kejadian itu menjadi peringatan bagi seluruh kebun binatang dan fasilitas konservasi yang berada di wilayah rawan cuaca ekstrem.
"Tidak dapat diterima untuk membiarkan hewan terperangkap di balik jeruji besi saat air banjir naik. Namun, melepaskan hewan liar begitu saja selama bencana juga merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab dan berbahaya bagi hewan maupun manusia," ujarnya.
Di wilayah Guangxi lainnya, banjir juga merusak sebuah peternakan ular di Kota Hengzhou. Akibatnya, ratusan kobra, ular tikus raja, dan ular air hanyut terbawa banjir.
Topan Maysak dilaporkan menewaskan sedikitnya 39 orang di China selatan. Bencana tersebut juga memicu banjir besar yang merusak waduk, merendam permukiman, dan menyebabkan kerusakan parah di sejumlah wilayah. (hm25/Independent/CNN Indonesia)



















