Monday, July 13, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Jangan Diucapkan, Delapan Kalimat Ini Bisa Membuat Anak Makin Cemas

Mistar.idSenin, 13 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
jangan_diucapkan_delapan_kalimat_ini_bisa_membuat_anak_makin_cemas_

Ilustrasi. (foto: istockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Rasa takut dan cemas merupakan hal yang wajar dialami anak ketika menghadapi situasi tertentu. Namun, cara orang tua merespons perasaan tersebut dapat memengaruhi bagaimana anak belajar mengelola emosinya.

Tidak jarang orang tua mencoba menenangkan anak dengan kalimat yang menurut mereka bisa membuat situasi lebih baik. Sayangnya, beberapa ungkapan justru dapat membuat anak merasa tidak dipahami atau menganggap emosinya tidak valid.

Berikut sejumlah kalimat yang sebaiknya dihindari ketika anak sedang merasa cemas:

1. "Jangan khawatir"

Kalimat ini sering digunakan untuk memberi rasa aman, tetapi dapat membuat anak merasa bahwa ketakutannya tidak perlu dirasakan. Ahli neuropsikologi William Cheung Tsang menjelaskan, ungkapan tersebut berpotensi membuat anak bingung dan malu terhadap emosinya sendiri karena merasa perasaannya tidak dianggap penting.

2. "Ini bukan masalah besar"

Bagi orang dewasa, suatu masalah mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi anak, hal tersebut bisa terasa sangat berat. Menganggap kecil ketakutan anak dapat membuat mereka merasa diremehkan.

3. "Jangan menangis"

Menangis merupakan salah satu cara anak mengekspresikan rasa takut, sedih, atau kewalahan. Melarang anak menangis dapat membuat mereka berpikir bahwa menunjukkan emosi adalah sesuatu yang salah.

4. "Biar Ayah/Ibu saja yang kerjakan"

Niat orang tua biasanya untuk membantu anak keluar dari situasi yang membuatnya cemas. Namun, terlalu sering mengambil alih dapat membuat anak merasa dirinya tidak mampu menghadapi masalah sendiri dan berpengaruh pada kepercayaan dirinya.

5. "Kamu cuma perlu lebih banyak tidur"

Anak yang mengalami kecemasan memang dapat mengalami gangguan tidur. Namun, menyuruh anak hanya untuk tidur lebih banyak tidak selalu menyelesaikan penyebab rasa cemas yang mereka alami. Orang tua dapat membantu dengan menemani atau menciptakan suasana yang membuat anak lebih rileks.

6. "Ayo cepat, jangan lama-lama"

Saat cemas, anak bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan sesuatu. Memberi tekanan agar segera bergerak justru dapat meningkatkan rasa panik. Cobalah memberikan dukungan dengan bertanya apa yang bisa dibantu.

7. "Tak usah dipikirkan"

Anak yang sedang cemas biasanya tidak mudah menghentikan pikiran yang mengganggunya. Alih-alih meminta mereka melupakan kekhawatiran, orang tua dapat membantu mengarahkan pikiran mereka dengan cara yang lebih positif.

8. "Itu cuma bayangan kamu saja"

Menganggap ketakutan anak hanya sebagai khayalan dapat membuat mereka merasa malu atau bersalah karena memiliki rasa cemas. Sebaiknya orang tua terlebih dahulu mengakui perasaan anak sebelum membantu mencari cara untuk menenangkannya.

Menenangkan anak bukan berarti menghapus rasa takutnya, melainkan membantu mereka memahami dan menghadapi emosi tersebut dengan dukungan yang tepat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN