72 Siswa Baru Mulai Belajar, Orang Tua Penuhi Halaman SDN 122377

Suasana hari pertama masuk sekolah di UPTD SD Negeri 122377, Senin (13/7/2026). (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID – Pagi masih meremang ketika riuh langkah kaki dan deru halus mesin sepeda motor mulai memadati Jalan Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, Senin (13/7/2026) pagi.
Sejak pukul 06.00 WIB, halaman UPTD SD Negeri 122377 telah dipenuhi orang tua yang mengantarkan anak mereka. Kendaraan roda dua milik orang tua siswa tampak terparkir memanjang rapi di bahu jalan depan sekolah.
Banyak orang tua yang tidak langsung meninggalkan anak mereka setelah mengantarnya ke halaman sekolah.
Orang tua memilih menunggu sembari melihat gerak-gerik, tawa canggung, dan interaksi pertama siswa.
Tidak hanya para ibu, sosok ayah juga terlihat mendominasi di antara kumpulan orang tua yang mengantarkan anak di hari pertama tahun ajaran 2026/2027.
Kepala UPTD SD Negeri 122377, Hotmian Panjaitan, menyambut kehadiran gelombang orang tua dengan rasa syukur.
"Kami menerima anak-anak ini dengan rasa senang hati langsung dari orang tuanya. Kerja sama ini diperkuat dengan surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani orang tua murid. Siswa yang di antar orang tua menunjukkan adanya kerja sama antara pihak sekolah dan keluarga yang sudah berjalan baik sejak hari pertama," ujar Hotmian.
UPTD SD Negeri 122377 menyambut 72 siswa baru yang terbagi ke dalam beberapa rombongan belajar. Angka ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai 75 siswa.
“Sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2026,” tuturnya.
Selama periode MPLS, kehadiran orang tua sangat diharapkan setiap hari. Tujuannya agar program pengenalan tata tertib, adaptasi lingkungan, hingga pemahaman kurikulum baru, dapat dipahami secara selaras oleh anak maupun orang tua.
"Komitmen utama kami adalah sinergi. Ketika muncul sebuah persoalan di kemudian hari, baik sekolah maupun orang tua harus duduk bersama berkolaborasi mencari jalan keluar terbaik. Kami ingin memotong segala potensi simpang siur informasi demi kenyamanan belajar anak," ujarnya.
Bentuk konkret dari kolaborasi ini mencakup pemantauan proaktif terhadap kehadiran siswa dan perkembangan akademik mereka.
Pihak sekolah berjanji akan terus membangun komunikasi dua arah jika ditemukan siswa yang mulai malas, sering absen karena sakit, ataupun mengalami penurunan hasil belajar. Hubungan emosional dan administratif inilah yang ditata sejak masa orientasi berlangsung.
Mengenai peran ayah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, Hotmian meminta peran aktif dari para ayah. Ia pun mengapresiasi bagi orang tua, dalam hal ini ayah, yang menyempatkan diri mengantarkan anaknya ke sekolah, meski segera berangkat ke kantor.
"Saat upacara saya sempat sampaikan, kalau bisa para ayah ikut mengambil peran aktif dan lebih bertanggung jawab, jangan hanya melimpahkan tugas ini kepada ibu. Memang ada yang menjawab bahwa mereka harus langsung bekerja. Alasannya memang logis. Namun, kehadiran para ayah yang menyempatkan diri mengenakan baju kerja ke sekolah pagi ini patut diapresiasi," ucapnya.
Kehangatan hari pertama sekolah turut dirasakan oleh salah seorang wali murid, Elis Suryani, 34 tahun. Bagi Elis mengantarkan anak ke sekolah adalah bentuk dukungan psikologis yang krusial.
"Ini adalah pengalaman pertama anak saya menginjakkan kaki di sekolah formal. Karena suasananya serba baru, dia sempat terlihat bingung dan cemas. Kehadiran saya di sini untuk memberikan rasa aman. Harapan saya, dia bisa cepat beradaptasi dengan bapak-ibu guru serta teman-teman barunya," ujar Elis. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Disdik Asahan Ajak Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah





















