Lebih dari 400 Siswa MTsN 1 Asahan Tak Lagi Terima MBG, Tani Merdeka Soroti Penghentian Program

MTs Negeri 1 Asahan hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027 tidak lagi menerima manfaat program MBG. (foto:tangkapan layar video yt@MTsN 1 Asahan _ Official/mistar)
Asahan, MISTAR.ID (13/7/2026) – Sebanyak lebih dari 400 siswa MTs Negeri 1 Asahan di Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, dilaporkan tidak lagi menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027, Senin (13/7/2026). Kondisi itu mendapat sorotan dari DPD Tani Merdeka Kabupaten Asahan.
Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Asahan, Anda Suhendra Rambe, menyayangkan keputusan MTsN 1 Asahan yang menghentikan kepesertaan dalam Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, langkah tersebut tidak sejalan dengan semangat pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Hari ini kami menerima laporan dari para siswa melalui orang tua mereka bahwa MTs Negeri 1 Asahan di Desa Rawang Lama menolak menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kami sangat menyayangkan keputusan tersebut karena program ini merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi peserta didik sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas," kata Anda Suhendra Rambe kepada wartawan.
Ia menilai penghentian program tersebut juga berpotensi mengurangi manfaat yang selama ini diterima ratusan siswa. Padahal, pemerintah sedang berupaya menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah.
Sebagai organisasi relawan yang dibentuk untuk mendukung program ketahanan pangan dan kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, Tani Merdeka, kata Anda, akan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar persoalan tersebut dapat diselesaikan.
"Kami akan berkomunikasi dengan instansi terkait agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di sekolah tersebut. Harapan kami, hak anak-anak untuk memperoleh makanan bergizi dari program pemerintah tetap dapat terpenuhi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Rawang Lama, Gunawan, membenarkan bahwa pihaknya menerima surat dari MTsN 1 Asahan terkait penghentian status sebagai penerima manfaat MBG saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut Gunawan, surat tersebut diterima pada 25 Juni 2026 dan berisi pemberitahuan bahwa sekolah tidak lagi mengikuti Program Makan Bergizi Gratis mulai 13 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Dalam surat tersebut, lanjut Gunawan, pihak sekolah menyampaikan beberapa alasan, di antaranya penilaian terhadap menu MBG yang dianggap belum sesuai, adanya dugaan konflik kepentingan, serta persoalan kerja sama yang dinilai kurang humanis.
Gunawan mengaku telah berupaya membuka komunikasi dengan pihak sekolah untuk mencari jalan keluar. Bahkan, ia menyebut telah dua kali mendatangi MTsN 1 Asahan, termasuk didampingi aparat Babinsa.
"Saya sudah dua kali datang ke sekolah, bahkan pernah didampingi Babinsa. Kehadiran kami juga tercatat di buku tamu. Namun, pada saat itu saya belum berhasil bertemu langsung dengan kepala sekolah," ujarnya.
Hingga kini, SPPG masih berusaha membangun komunikasi agar Program Makan Bergizi Gratis dapat kembali diberikan kepada para siswa. Namun, menurut Gunawan, proses tersebut belum membuahkan hasil karena pihak sekolah belum memberikan respons yang diharapkan.
Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Asahan, Abdul Kadir Sinaga, belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan. (hm27)























