Kades Berampu Dilaporkan Dugaan Korupsi Dana Desa Rp520 Juta, Kejari Dairi Lakukan Penelusuran

Kantor Kejari Dairi di Jalan Sisingamangaraja Sidikalang. (Foto:Manru/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID (13/7/2026) – Kepala Desa (Kades) Berampu, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi, dilaporkan atas dugaan kasus korupsi Dana Desa (DD) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi.
Laporan tersebut dibenarkan oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Dairi, Gerry Anderson Gultom, saat dikonfirmasi Mistar melalui telepon, Senin (13/7/2026).
"Benar ada pengaduan masyarakat (Dumas) terkait pengelolaan DD Berampu yang menyangkut dana ketahanan pangan dan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun anggaran 2024. Soal nilai kerugian dan prosesnya, kita masih sebatas melakukan full data dan full baket, apakah ada indikasi," kata Gerry.
Menanggapi isu nilai kerugian kasus dugaan korupsi yang disebut mencapai Rp520 juta, Gerry menyebut pihaknya masih melakukan full baket. Namun, laporan tersebut berkaitan dengan pengelolaan DD Tahun Anggaran 2024.
Terpisah, Inspektorat Dairi ketika dikonfirmasi Mistar, Senin (13/7/2026), menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima permintaan pemeriksaan dari aparat penegak hukum (APH) mana pun untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan terkait pengelolaan DD Berampu.
Namun, Inspektorat mengakui ada warga yang melaporkan dan meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan DD Berampu.
Sementara itu, informasi terkait dugaan kasus korupsi DD Berampu yang dikirim melalui WhatsApp nomor 0896 XXX 55XX kepada Mistar, Senin (13/7/2026), menyebutkan adanya sejumlah dugaan temuan yang dilaporkan ke Kejari.
Di antaranya, anggaran irigasi sebesar Rp158.828.300 dan penyertaan modal BUMDes sebesar Rp185.000.000 pada Tahun Anggaran 2023.
Terdapat selisih sebesar Rp371.460.000 berdasarkan sistem yang tercantum Rp154.500.000, sementara hasil perhitungan di lapangan mencapai Rp525.960.000.
Selain itu, penyertaan modal BUMDes Tahun Anggaran 2025 disebut sebesar Rp315.600.000.
Sumber juga membeberkan nilai empat sektor usaha yang pelaksanaannya dinilai perlu dicermati karena memiliki nilai investasi besar, yakni pengadaan kolam bioflok sebesar Rp110.155.000, pertanian tomat Rp99.826.000, pertanian cabai merah Rp114.215.000, dan peternakan ayam Rp202.474.000.
Kepala Desa Berampu, Muctar Purba, ketika dicoba dikonfirmasi Mistar belum berhasil dihubungi. Saat Mistar meminta nomor aktif Muctar kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Dairi, seorang pejabat PMD mengakui bahwa Muctar tidak memiliki telepon seluler. (hm27)























