Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Dokter PPDS FK Unri Ditemukan Meninggal di Semak-semak, Ini Fakta dan Profilnya

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 15.45 WIB
dokter_ppds_fk_unri_ditemukan_meninggal_di_semaksemak_ini_fakta_dan_profilnya

dr Alex Kristo Loris, peserta PPDS Residen Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau, yang ditemukan meninggal dunia di area RSUD Tengku Rafian. (Foto: RCTI Plus/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Duka kembali menyelimuti dunia kedokteran Indonesia. Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (Unri), dr Alex Kristo Loris, ditemukan meninggal dunia di area RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau.

Dokter residen Anestesiologi berusia 30 tahun itu ditemukan tewas di semak-semak di samping pagar luar RSUD Tengku Rafian pada Selasa (14/7/2026). Saat ditemukan, seluruh barang pribadi milik korban masih berada di lokasi sehingga tidak ada yang dilaporkan hilang.

Berdasarkan penelusuran Mistar melalui laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) pada Rabu (15/7/2026), dr Alex memiliki riwayat pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di Sumatra.

Alex memulai pendidikan tinggi di Universitas Methodist Indonesia pada 9 September 2013 pada Program Studi Pendidikan Kedokteran. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun akademik 2016/2017.

Setelah itu, almarhum melanjutkan pendidikan profesi dokter di universitas yang sama. Ia tercatat mulai menempuh pendidikan profesi pada 1 September 2017 dan lulus pada tahun akademik 2019/2020.

Pada periode yang sama, Alex juga mengambil program Magister (S-2) di Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan pada Program Studi Kesehatan Masyarakat. Ia mulai kuliah pada 15 September 2017 dan menyelesaikannya pada tahun akademik 2019/2020.

Beberapa tahun kemudian, Alex kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis. Ia tercatat sebagai peserta PPDS Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau sejak 13 Januari 2025 hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Sebelumnya, Alex sempat dilaporkan hilang setelah tidak dapat dihubungi oleh istrinya karena telepon selulernya tidak aktif. Saat melakukan pencarian, sang istri melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) RSUD Tengku Rafian yang memperlihatkan korban berjalan seorang diri keluar menuju area kompleks rumah sakit.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN