Pemko Pematangsiantar Gelar Job Fair 22–23 Juli, Buka Peluang Kerja untuk Tekan Pengangguran

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadis Naker) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir. (foto:diskominfo/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (15/7/2026) – Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar bakal menggelar bursa kerja (job fair) guna memperluas kesempatan masyarakat mendapatkan pekerjaan sekaligus menekan tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 7,74 persen.
Job fair tersebut akan berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Kompleks Universitas Simalungun (USI), Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadis Naker) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir, menyampaikan job fair menjadi ruang temu antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
"Dengan adanya job fair ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha. Tahun ini job fair dilaksanakan pada 22–23 Juli 2026 di Kompleks USI. Jumlah pengangguran mencapai 12.185 orang," ujar Robert Samosir, Rabu (15/7/2026).
Melalui pelaksanaan bursa kerja tersebut, pemerintah juga terus mendorong peningkatan keterampilan tenaga kerja agar lebih siap memenuhi kebutuhan pasar.
Sementara itu, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar, jumlah penduduk usia kerja di kota ini mencapai 213.644 orang. Dari jumlah tersebut, 157.528 orang masuk kategori angkatan kerja, sementara 56.116 orang lainnya bukan angkatan kerja.
Data Sakernas juga mencatat jumlah penduduk yang bekerja mencapai 145.343 orang, sedangkan 12.185 orang masih menganggur. Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 7,74 persen, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 73,73 persen.
Berdasarkan jenjang pendidikan, lulusan pendidikan menengah dan perguruan tinggi masih mendominasi jumlah pengangguran di Kota Pematangsiantar. Lulusan SMA menjadi kelompok terbanyak yang belum mendapatkan pekerjaan, yakni 4.223 orang.
Kemudian disusul lulusan SMK sebanyak 3.618 orang, lulusan universitas 1.976 orang, diploma 1.032 orang, SMP 1.088 orang, dan SD 257 orang. Sementara itu, berdasarkan tingkat pendidikan, penduduk yang bekerja didominasi lulusan SMA sebesar 33,29 persen, disusul universitas 17,85 persen, SMP 14,29 persen, SD 11,48 persen, dan diploma 4,08 persen. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pemkab Simalungun Larang Kendaraan Dinas Gunakan BBM Bersubsidi, Pajak Ikut Diperiksa






















