DPRD Medan Soroti Antrean BBM di SPBU, Pertamina Diminta Benahi Distribusi

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda. (Foto: Datuk Iskandar/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi pemandangan yang terus terjadi di Kota Medan dalam beberapa hari terakhir. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam, bahkan hingga larut malam.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Datuk Iskandar Muda, menilai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat terganggunya distribusi BBM.
"Pastinya kita prihatin. Kasihan masyarakat harus mengantre lama bahkan rela sampai larut malam. Secara psikologis pasti terganggu dan pekerjaan mereka juga ikut terdampak," ujar Datuk, Rabu (15/7/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai persoalan tersebut diduga dipicu lemahnya tata kelola distribusi BBM. Karena itu, ia meminta PT Pertamina (Persero) segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang.
"Ini harus segera dibenahi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya manajemen distribusi. Masyarakat tidak membutuhkan alasan, tetapi solusi yang cepat dan nyata," katanya.
Datuk juga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan terkait guna memastikan pasokan BBM kembali normal.
Menurutnya, antrean panjang di SPBU tidak hanya menyulitkan masyarakat memperoleh BBM, tetapi juga memicu kemacetan lalu lintas yang berdampak pada aktivitas warga dan roda perekonomian di Kota Medan.
"Lalu lintas menjadi macet parah dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat karena antrean panjang di SPBU. Pemko Medan harus segera bersikap agar perputaran ekonomi tidak terganggu," pungkasnya.























