KAI Divre I Sumut Angkut 175.906 Ton BBM pada Semester I 2026, Distribusi ke SPBU Dipastikan Lancar

KAI Divre I Sumut mendistribusikan 175.906 ton BBM sepanjang semester I 2026 untuk mendukung pasokan Pertamina di Sumatera Utara. (Foto: PT KAI Divre I Sumut)
Medan, MISTAR.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara tetap berjalan lancar melalui layanan angkutan logistik berbasis kereta api.
Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan kereta api memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM, terutama saat permintaan masyarakat meningkat.
"Kereta api menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi logistik. Dalam sekali perjalanan, rangkaian kereta dapat membawa 20 gerbong ketel dengan frekuensi dua hingga tiga perjalanan setiap hari," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Berdasarkan data KAI Divre I Sumut, volume angkutan BBM pada semester I 2026 mencapai 175.906 ton, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 157.482 ton.
Sementara itu, hingga 14 Juli 2026, KAI Divre I Sumut telah mengangkut 18.590 kiloliter BBM menggunakan 545 gerbong ketel.
Distribusi dilakukan dari Stasiun Labuan, Kota Medan, menuju Terminal BBM (TBBM) Kisaran dan TBBM Siantar. Selanjutnya, pasokan BBM didistribusikan ke berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Anwar menjelaskan, terdapat tiga jenis BBM yang diangkut menggunakan kereta api, yakni Biosolar, Pertalite, dan Pertamax.
"Ada tiga jenis BBM yang didistribusikan menggunakan kereta api, yaitu Biosolar, Pertamax, dan Pertalite. Ketepatan waktu dan kesiapan armada menjadi prioritas utama kami agar stok di wilayah tujuan tidak mengalami kekosongan," katanya.
Selain memiliki kapasitas angkut yang besar, distribusi BBM melalui jalur rel dinilai lebih andal karena tidak terpengaruh kemacetan lalu lintas maupun kondisi cuaca di jalan raya. Hal ini menjadikan kereta api sebagai moda transportasi strategis dalam menjaga kelancaran pasokan energi di Sumatera Utara.
PREVIOUS ARTICLE
Harga Oli Kendaraan di Medan Naik hingga 15 Persen, Pengendara dan Bengkel Sama-sama Mengeluh






















