Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Scaloni Sebut Duel Inggris vs Argentina Sarat Emosi

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 18.32 WIB
scaloni_sebut_duel_inggris_vs_argentina_sarat_emosi_

Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Atlanta, MISTAR.ID - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengakui pertandingan melawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 memiliki makna emosional bagi negaranya. Meski demikian, ia menegaskan duel tersebut harus dipandang sebagai pertandingan sepak bola, bukan dikaitkan dengan persoalan politik.

Argentina dijadwalkan menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi pertemuan keenam kedua negara di ajang Piala Dunia sejak 1962. Dari lima duel sebelumnya, Inggris mencatat tiga kemenangan, sementara Argentina meraih dua kemenangan.

Rivalitas kedua tim juga melahirkan sejumlah momen bersejarah di Piala Dunia. Di antaranya kartu merah Antonio Rattin pada 1966, dua gol legendaris Diego Maradona pada perempat final Piala Dunia 1986—termasuk gol "Tangan Tuhan" dan gol solo ikonik—serta kartu merah David Beckham usai insiden dengan Diego Simeone pada Piala Dunia 1998.

Scaloni mengatakan laga melawan Inggris selalu membangkitkan kenangan tersendiri bagi masyarakat Argentina, terutama karena momen-momen bersejarah yang pernah terjadi di Piala Dunia.

"Semua orang mengingat pertandingan Piala Dunia 1986, terutama gol kedua Maradona yang luar biasa. Itu adalah momen yang selalu dikenang para pencinta sepak bola. Kebetulan itu terjadi saat melawan Inggris, tetapi gol itu akan tetap indah jika tercipta ke gawang tim lain. Bagi kami, pertandingan ini memang sangat emosional," ujar Scaloni, dikutip dari La Nacion.

Pertemuan Inggris dan Argentina juga kerap dikaitkan dengan konflik Kepulauan Malvinas atau Falkland yang memicu perang antara kedua negara pada 1982.

Meski mengakui sejarah tersebut sulit dipisahkan dari rivalitas kedua negara, Scaloni mengajak semua pihak untuk menghormati para korban perang dan tidak mencampuradukkan sejarah politik dengan pertandingan sepak bola.

"Ini adalah pertandingan sepak bola. Yang terpenting, mari kita memberikan penghormatan kepada semua yang terjadi bertahun-tahun lalu," kata Scaloni.

"Itu merupakan masa yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami. Namun sekarang ini adalah pertandingan sepak bola, dan mencampuradukkannya dengan urusan politik hanya akan memperkeruh keadaan," ucapnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN