Pantauan di SPBU Kisaran: Pertalite Masih Normal, Antrean Panjang Terjadi pada Solar

Pantauan di SPBU Jalan Imam Bonjol Kisaran yang khusus menjual Pertalite/Pertamax terlihat warga mengantre dalam kondisi normal. (foto:perdana/mistar)
Asahan, MISTAR.ID – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, hingga Rabu (15/7/2026) siang terpantau berlangsung normal. Belum terlihat antrean kendaraan yang mengular sebagaimana dikhawatirkan sebagian masyarakat.
Berdasarkan pantauan di SPBU 14.212.220 Jalan Cokroaminoto, Kisaran Barat, kendaraan roda dua maupun roda empat datang secara bergantian untuk mengisi BBM. Proses pengisian berlangsung lancar tanpa penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan di area SPBU.
Kondisi tersebut menunjukkan pasokan Pertalite di wilayah Kisaran masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Petugas SPBU juga tetap melayani konsumen seperti biasa dengan menerapkan prosedur pelayanan yang berlaku.
Sejumlah pengendara mengaku tidak mengalami kendala saat membeli Pertalite. Waktu tunggu untuk mendapatkan BBM bersubsidi itu dinilai relatif singkat sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Rudi (34), mengatakan dirinya sempat mengira akan terjadi antrean panjang setelah beredar berbagai informasi di media sosial mengenai pembelian Pertalite. Namun, saat mendatangi SPBU, kondisi di lapangan justru masih normal.
"Awalnya saya pikir bakal ramai dan harus mengantre lama. Ternyata pengisian berjalan seperti hari biasa, tidak ada antrean panjang," ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (41), pengendara mobil asal Kisaran Barat. Menurutnya, pelayanan di SPBU masih berlangsung tertib dan pasokan BBM terlihat tersedia.
"Kalau melihat kondisi hari ini, masyarakat masih bisa membeli Pertalite dengan lancar. Semoga pasokannya tetap aman," katanya.
Sementara itu, berbeda halnya dengan pengisian bahan bakar solar di SPBU 14.212.273 di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Kisaran Naga. Puluhan truk dan bus terpantau mengantre untuk mendapatkan solar hingga ratusan meter. Antrean mengular ini terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Marzuki (50), pekerja pengangkut material batu bata dari Kecamatan Pulau Bandring, mengatakan dirinya biasanya baru bisa mendapatkan pengisian BBM jenis solar setelah mengantre selama 1 hingga 1,5 jam.
"Setiap hari kalau mau beli solar kondisinya pasti ramai begini. Biasa antre satu jam sampai satu jam setengah," ujarnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pasokan BBM bersubsidi akan terus disalurkan sesuai ketentuan sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Sebelumnya, ramai beredar informasi di media sosial yang menyebutkan Pertamina dan pihak ketiga (vendor) yang mendistribusikan BBM mengalami masalah internal sehingga pendistribusian bahan bakar minyak terganggu. (hm27)























