Friday, July 10, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Sparepart dan Oli Kendaraan di Lubuk Pakam Naik, Pedagang: Dipicu Kurs Dolar

Mistar.idKamis, 21 Mei 2026 pukul 15.14 WIB
harga_sparepart_dan_oli_kendaraan_di_lubuk_pakam_naik_pedagang_dipicu_kurs_dolar

Bengkel sepeda motor di Lubuk Pakam. (Foto: Hendra/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Harga sparepart atau onderdil kendaraan sepeda motor dan mobil di sejumlah toko wilayah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Kenaikan harga tersebut disebut dipengaruhi naiknya harga pengambilan barang dari distributor yang diduga berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan pantauan di sejumlah toko onderdil di Lubuk Pakam, hampir seluruh jenis sparepart sepeda motor mengalami kenaikan harga, termasuk oli pelumas mesin.

Salah seorang pedagang sparepart di Lubuk Pakam, Bun Ho, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak distributor menaikkan harga jual produk kepada pedagang.

“Pengambilan kami dari distributor naik, terutama oli pelumas mesin. Salah satunya oli Union ukuran satu liter yang biasanya Rp53 ribu sekarang naik menjadi Rp59 ribu,” ujar Bun Ho, Kamis (22/5/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Banyak pelanggan yang terkejut ketika mengetahui adanya penyesuaian harga baru.

“Kami buka toko sekaligus melayani perbaikan. Dengan kenaikan harga sparepart dan oli, masyarakat banyak yang kaget melihat harga sekarang,” katanya.

Hal serupa disampaikan Fadli, seorang mekanik sepeda motor di Lubuk Pakam. Ia mengaku kenaikan harga sparepart membuat sebagian pelanggan memilih produk dengan kualitas di bawah standar original demi menekan biaya perbaikan kendaraan.

“Mau bagaimana lagi, harga sparepart naik semua. Pelanggan akhirnya banyak membeli sparepart kualitas nomor dua atau tiga yang lebih murah, yang penting kendaraan bisa dipakai,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga oli pelumas juga semakin memberatkan masyarakat yang rutin melakukan perawatan kendaraan.

“Kalau oli pelumas juga naik semua. Sekarang masyarakat benar-benar memperhatikan harga karena semuanya serba naik,” tambahnya.

Para pedagang berharap kondisi nilai tukar rupiah dapat kembali stabil sehingga harga sparepart dan kebutuhan otomotif lainnya tidak terus mengalami kenaikan yang dapat memengaruhi penjualan maupun daya beli masyarakat. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN