Viktor Silaen Kritik Mentalitas ASN, Minta Kinerja Berbasis Capaian Bukan Sekadar Absensi

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Viktor Silaen. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut), Viktor Silaen, mengkritik kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang dinilainya belum sepenuhnya berorientasi pada capaian kerja.
Pernyataan itu disampaikannya menanggapi pandangan Ketua Komisi II DPR RI yang menilai sebagian ASN belum menunjukkan mentalitas kerja dan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara optimal.
“ASN ini ibarat sudah terjebak di zona nyaman. Hal ini sangat berbeda dengan pegawai swasta yang bekerja berbasis kinerja. PNS justru harus banyak belajar dari pegawai swasta, jangan bekerja hanya berbasis finger print untuk absensi,” ujarnya kepada Mistar di Gedung DPRD Sumut, Kamis (16/7/2026).
Menurut Viktor, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) sudah seharusnya melakukan evaluasi dan tabulasi terhadap capaian kinerja bawahannya. Hal itu, kata dia, merupakan bagian dari tanggung jawab moral, amanah jabatan, serta bentuk pertanggungjawaban atas gaji yang bersumber dari uang rakyat.
“Apa yang dikerjakan harus jelas. Kalau bisa setiap kepala OPD melaporkan progres kerjanya. Contohnya Dinas Pertanian, dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang sebagian besar bekerja sebagai petani, apa yang sudah dilakukan, mana contohnya, apakah sudah ada aksi nyata. Itu harus dipaparkan secara detail,” tegasnya.
Ia kemudian membandingkan sistem penilaian kinerja ASN dengan pegawai swasta, khususnya karyawan pabrik, yang menurutnya memiliki indikator kerja yang jelas dan terukur.
“Misalnya pekerja di pabrik, semua pekerjaannya terukur dan berbasis kinerja. Bahkan bonus maupun tambahan penghasilan diberikan berdasarkan capaian kerja. Sementara kalau PNS sekarang, saya rasa masih banyak yang duduk minum kopi, siangnya sudah pulang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Viktor mendorong ASN terus berbenah untuk meningkatkan kualitas kinerja serta menjaga etika profesi sesuai sumpah jabatan yang telah diucapkan.
Menurutnya, pelayanan publik yang optimal menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap ASN.
“Pelayanan yang optimal menjadi kunci utama agar masyarakat menghargai dan menghormati profesi ASN. Namun sekarang masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata karena menganggap menjadi ASN hanya menjamin masa depan,” katanya.
Ia berharap paradigma tersebut dapat diubah melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembinaan sejak pendidikan dasar ASN maupun pada proses rekrutmen.
“Jangan sampai muncul anggapan bahwa ASN kerjanya hanya duduk-duduk, minum kopi, lalu siang hari sudah pulang. ASN harus terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya berharap pembentukan karakter itu dimulai sejak pendidikan dasar ASN maupun pada rekrutmen berikutnya,” tegasnya.
PREVIOUS ARTICLE
Bapenda Medan Promosikan QRESTO di Forum TP2DD Regional Sumatera untuk Optimalkan Pajak Daerah























