Thursday, July 16, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Budidaya Belut Sawah di Sergai, Indra Raup Omzet Rp20 Juta per Bulan

Mistar.idKamis, 16 Juli 2026 pukul 19.12 WIB
budidaya_belut_sawah_di_sergai_indra_raup_omzet_rp20_juta_per_bulan

Indra mengambil pesanan bibit belutnya yang akan dikirim ke daerah Kabupaten Batu Bara.(foto:sembiring/mistar)

news_banner

Serdang Bedagai, MISTAR.ID (16/7/2026) – Indra, seorang pembudidaya asal Desa Pematang Cermai, Dusun II, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, sejak 2017 menggeluti bisnis budidaya bibit belut sawah.

Pasarnya bukan hanya dalam negeri, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Riau, tetapi juga ekspor ke Singapura dan Thailand.

Omzetnya mencapai Rp20 juta per bulan dari bisnis pemanfaatan lahan pekarangan seluas 5 rante dengan puluhan kolam terpal yang mampu bertahan hingga 11 tahun lamanya.

Indra fokus menjual bibit seharga Rp150.000 per kilogram ke sejumlah wilayah. Ia juga mengatur sistem indukan bertelur yang membutuhkan waktu selama setahun.

Saat dikonfirmasi di rumahnya yang juga menjadi lokasi usaha budidaya belut miliknya, Indra membeberkan harga bibit belut peliharaannya.

"Harga 1 kilogram bibit ukuran jari kelingking sebanyak 60 hingga 80 ekor, sudah tahan penyakit dan dijamin hidup untuk pemula, dihargai Rp130.000," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Kemudian, untuk bibit ukuran sebatang rokok, satu kilogramnya dibanderol Rp150.000 dengan jumlah sebanyak 110 hingga 130 ekor.

"Indukan pilihan 1 kilogram Rp130.000, dipilihkan yang sudah bertelur sebagian, dengan isi 10 hingga 15 ekor. Jenis belut rawa super jumbo," tambahnya.

Diungkapkan pria berdarah Jawa-Banjar itu, dirinya sudah menggeluti bisnis budidaya belut sejak 2017.

Selain bibit belut, Indra juga menjual belut untuk dikonsumsi dengan harga Rp60.000 per kilogram. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN