Friday, June 5, 2026
home_banner_first
INTERNATIONAL

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Keterlibatan Pangeran Andrew di Kasus Epstein

Mistar.idRabu, 11 Februari 2026 10.11
AN
raja_charles_siap_dukung_penyelidikan_keterlibatan_pangeran_andrew_di_kasus_epstein

Raja Charles (kanan). (Foto: Reuters/Toby Melville)

news_banner

London, MISTAR.ID

Raja Charles III menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan kepolisian Inggris dalam menyelidiki dugaan keterlibatan adiknya, Andrew Mountbatten-Windsor, dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Hal tersebut disampaikan melalui juru bicara Istana Buckingham yang menegaskan keprihatinan mendalam Raja terhadap tuduhan yang mencuat.

"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Mountbatten-Windsor untuk menanggapinya, namun jika kami dihubungi oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap mendukung mereka sebagaimana mestinya," ujar juru bicara Istana Buckingham, Senin (9/2/2026), seperti dikutip CNN.

Kontroversi kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis berkas terbaru kasus Epstein yang mengungkap dugaan bahwa Pangeran Andrew pernah mengirim informasi rahasia kepada Epstein pada 2010, saat ia menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Dokumen tersebut disebut berisi ringkasan peluang investasi terkait rekonstruksi Provinsi Helmand di Afghanistan.

Pada waktu yang sama, kepala eksekutif kelompok anti-monarki Inggris Republic, Graham Smith, mengonfirmasi telah melaporkan Pangeran Andrew ke polisi atas dugaan pelanggaran etika jabatan publik dan pelanggaran kerahasiaan negara. Kepolisian Thames Valley menyatakan telah menerima laporan tersebut dan sedang meninjau informasi yang tersedia.

Pangeran Andrew sebelumnya telah menghadapi kritik publik terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap Virginia Giuffre, korban perdagangan seks Epstein. Giuffre menuduh Andrew melakukan hubungan seksual dengannya, termasuk saat ia berusia 17 tahun. Tuduhan tersebut diungkap dalam memoar Giuffre yang diterbitkan setelah kematiannya akibat bunuh diri pada April 2025 di usia 41 tahun.

Skandal tersebut berujung pada pencabutan gelar kerajaan Pangeran Andrew serta pengusirannya dari Kastil Windsor. Berkas terbaru yang dibuka Departemen Kehakiman AS kini menambah sorotan dengan dugaan selain pelecehan seksual, ia juga membocorkan dokumen rahasia pemerintah melalui komunikasi email dengan Epstein. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN