Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Kylian Mbappé Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026, Ukir Rekor Baru dalam Sejarah

Mistar.idSenin, 20 Juli 2026 pukul 09.06 WIB
kylian_mbapp_raih_sepatu_emas_piala_dunia_2026_ukir_rekor_baru_dalam_sejarah

Kylian Mbappé Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026. (foto:nst/kompasiana/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (20/7/2026) – Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak cerita besar, tetapi salah satu yang paling menonjol datang dari performa luar biasa Kylian Mbappé. Penyerang tim nasional Prancis itu sukses meraih penghargaan Golden Boot atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 setelah menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak.

Mbappé mengakhiri kompetisi dengan koleksi 10 gol, unggul atas para pesaingnya di daftar top skor. Torehan tersebut bukan hanya mengantarkannya meraih penghargaan individu paling bergengsi bagi para penyerang, tetapi juga menciptakan rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.

Pemain Real Madrid itu menjadi pesepak bola pertama yang berhasil memenangkan Golden Boot dalam dua edisi Piala Dunia berbeda, setelah sebelumnya juga menjadi top skor pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

Torehan 10 Gol yang Mengantar Mbappé ke Puncak

Sepanjang turnamen, Mbappé tampil konsisten sejak fase grup hingga fase gugur. Ia mencetak gol di berbagai momen penting dan menjadi tumpuan utama lini serang Prancis.

Dua gol yang dicetaknya dalam pertandingan perebutan tempat ketiga menjadi penentu kemenangan dalam persaingan Sepatu Emas. Berkat tambahan gol tersebut, koleksi gol Mbappé tidak mampu dikejar para rivalnya hingga turnamen berakhir.

Catatan 10 gol itu juga menempatkannya sejajar dengan legenda Jerman Barat, Gerd Müller, yang mencetak jumlah gol yang sama pada Piala Dunia 1970.

Dalam sejarah Piala Dunia, hanya dua pemain yang mampu mencetak lebih banyak gol dalam satu edisi turnamen, yakni Sándor Kocsis dengan 11 gol pada 1954 dan Just Fontaine yang masih memegang rekor sepanjang masa dengan 13 gol pada 1958.

Profil Singkat Kylian Mbappé

Lahir di Bondy, Prancis, pada 20 Desember 1998, Kylian Mbappé telah lama dianggap sebagai salah satu pemain terbaik generasinya.

Kariernya melejit bersama AS Monaco sebelum menjadi bintang dunia saat memperkuat Paris Saint-Germain. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama Real Madrid dan tetap mempertahankan status sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia.

Keunggulan utama Mbappé terletak pada kombinasi kecepatan, kemampuan menggiring bola, kecerdasan membaca ruang, dan penyelesaian akhir yang sangat efektif. Karakteristik tersebut membuatnya menjadi ancaman bagi hampir setiap lini pertahanan yang dihadapinya.

Rekam jejaknya di Piala Dunia juga terbilang luar biasa. Pada 2018, ia membantu Prancis meraih gelar juara dunia. Empat tahun kemudian, Mbappé menjadi pencetak gol terbanyak turnamen di Qatar. Kini, pada Piala Dunia 2026, ia kembali mengakhiri kompetisi sebagai top skor dengan catatan yang lebih impresif.

Bagaimana Sistem Penilaian Sepatu Emas Piala Dunia?

Masih banyak penggemar sepak bola yang menganggap penghargaan Golden Boot hanya ditentukan oleh jumlah gol. Padahal, FIFA memiliki mekanisme penilaian yang lebih rinci ketika terjadi persaingan ketat di papan top skor.

Jumlah gol tetap menjadi faktor utama. Pemain dengan gol terbanyak akan otomatis menjadi pemenang.

Namun, apabila terdapat dua atau lebih pemain dengan jumlah gol yang sama, FIFA akan menggunakan jumlah assist sebagai penentu berikutnya. Pemain yang mencatat assist lebih banyak akan menempati posisi lebih tinggi.

Jika jumlah gol dan assist masih identik, FIFA kemudian melihat total menit bermain. Pemain yang mencapai statistik tersebut dengan waktu bermain lebih sedikit akan mendapatkan peringkat lebih baik.

Sistem ini dirancang untuk mengukur tidak hanya produktivitas mencetak gol, tetapi juga kontribusi terhadap permainan tim dan tingkat efisiensi pemain sepanjang turnamen.

Fakta Menarik Seputar Golden Boot

Ada beberapa fakta menarik yang sering luput dari perhatian publik mengenai penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia.

Pertama, gol yang dicetak dalam pertandingan perebutan tempat ketiga tetap dihitung dalam perburuan Golden Boot. Karena itulah dua gol Mbappé pada laga tersebut berpengaruh besar terhadap hasil akhir persaingan top skor.

Kedua, gol yang tercipta dalam adu penalti tidak masuk hitungan. FIFA hanya menghitung gol yang dicetak selama waktu normal dan perpanjangan waktu.

Ketiga, penghargaan resmi untuk pencetak gol terbanyak baru mulai diberikan FIFA pada Piala Dunia 1982 dengan nama Golden Shoe. Sejak 2010, nama penghargaan tersebut berubah menjadi Golden Boot, sementara para top skor sebelum 1982 tetap diakui secara retrospektif sebagai peraih penghargaan yang sama.

Daftar Peraih Sepatu Emas Piala Dunia dari Masa ke Masa

Sejarah Piala Dunia telah melahirkan banyak penyerang legendaris yang berhasil mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak.

Nama-nama besar seperti Guillermo Stábile, Leônidas, Ademir, Sándor Kocsis, Just Fontaine, Eusébio, Gerd Müller, Paolo Rossi, Gary Lineker, Ronaldo Nazário, Miroslav Klose, James Rodríguez hingga Harry Kane pernah merasakan prestise penghargaan tersebut.

Pada era modern, daftar peraih Golden Boot semakin eksklusif. James Rodríguez menjadi top skor pada 2014, Harry Kane pada 2018, dan Kylian Mbappé pada 2022 serta 2026.

Mbappé dan Evolusi Striker Modern

Keberhasilan Mbappé memenangkan Golden Boot untuk kedua kalinya menunjukkan bagaimana peran penyerang modern terus berkembang.

Jika pada era sebelumnya banyak striker mengandalkan kemampuan menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti, Mbappé menawarkan paket yang jauh lebih lengkap. Ia mampu menciptakan peluang sendiri, membantu membangun serangan, berkontribusi dalam transisi, sekaligus tetap tajam di depan gawang.

Dengan torehan 10 gol di Piala Dunia 2026, Mbappé tidak hanya menambah koleksi penghargaan pribadinya, tetapi juga memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Perjalanan kariernya masih belum berakhir, namun pencapaian di Amerika Utara tahun 2026 telah menempatkannya sejajar dengan nama-nama legendaris yang selama puluhan tahun menghiasi buku sejarah Piala Dunia.

(*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN