IHSG Masih Berpeluang Menguat, Investor Perlu Cermati Volume Transaksi

Ilustrasi. (foto: AI/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menunjukkan tren positif meski sempat mengalami koreksi tipis pada perdagangan Jumat (4/9/2026).
Pada sesi I perdagangan Jumat, IHSG turun 0,11% ke level 6.660,79. Sehari sebelumnya, Kamis (3/9), indeks menguat 1,09% dan ditutup di posisi 6.667,89.
Sepanjang pekan, pergerakan IHSG cenderung menguat. Pada Selasa (1/9), IHSG naik 1,14% ke level 6.599,94, kemudian terkoreksi tipis 0,06% menjadi 6.595,78 pada Rabu (2/9).
Hingga penutupan Kamis, IHSG mengakumulasi kenaikan sekitar 2,24% dalam sepekan terakhir.
Penguatan indeks turut ditopang masuknya kembali dana investor asing. Pada perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan pembelian bersih atau net buy sekitar Rp1,07 triliun di seluruh pasar.
Dari dalam negeri, kepastian kepemimpinan Bank Indonesia menjadi salah satu sentimen positif setelah Destry Damayanti resmi menjabat Gubernur BI periode 2026–2031.
Sementara dari eksternal, penguatan bursa Amerika Serikat, penurunan imbal hasil US Treasury, serta meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve pada September turut menopang sentimen pasar.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai kondisi teknikal IHSG masih menunjukkan kecenderungan positif.
“IHSG masih dalam reli bullish yang berkelanjutan dan sedang membentuk tren kenaikan,” kata Nafan, dikutip dari Kontan, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, indikator MA20 dan MA60 telah membentuk bullish crossover. Sementara indikator Stochastic dan Relative Strength Index (RSI) masih memberikan sinyal positif.
Namun, investor tetap perlu mencermati penurunan volume transaksi yang dapat memengaruhi kekuatan tren kenaikan indeks.
Dalam analisis teknikalnya, Nafan menempatkan area resistance IHSG di level 6.695 dan 6.780. Sedangkan level support berada di 6.552 dan 6.453.
Level tersebut dapat menjadi acuan investor untuk melihat potensi penguatan maupun risiko koreksi indeks.
Nafan menyarankan investor tetap selektif dalam memilih saham dan tidak hanya mengikuti momentum kenaikan pasar.
“Akumulasi pada saham-saham pilihan dengan fundamental yang solid, fokus pada saham undervalued, serta saham yang menunjukkan tanda-tanda reversal. Tetap gunakan manajemen risiko secara disiplin,” ujarnya.
Dengan tren IHSG yang masih positif, peluang penguatan tetap terbuka. Namun, investor perlu mencermati perkembangan volume transaksi, arus dana asing, serta sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Volkswagen Pangkas Total 100 Ribu Posisi hingga 2030
























