Rupiah Menguat 0,29 Persen Sepekan, Ditutup Rp17.642 per Dolar AS

Ilustrasi: Rupiah menguat 0,29 persen dalam sepekan terakhir, ditutup Rp17.642 per Dolar AS pada Jumat (4/9/2026). (foto: AI/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup di level Rp17.642 per dolar AS pada Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan data pasar yang dikutip Antara, posisi tersebut menguat 37 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan Kamis (3/9/2026) di Rp17.679 per dolar AS.
Dibandingkan penutupan Jumat (28/8/2026) di Rp17.693 per dolar AS, rupiah menguat 51 poin atau sekitar 0,29 persen dalam sepekan. Bloomberg juga mencatat penutupan rupiah pada Jumat pekan lalu di level yang sama.
Rupiah sempat melemah selama tiga hari berturut-turut. Pada Senin (31/8/2026), rupiah turun 29 poin atau 0,16 persen menjadi Rp17.722 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebut pelemahan terjadi di tengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Pelemahan berlanjut pada Selasa (1/9/2026). Rupiah turun 22 poin atau 0,12 persen dan ditutup di Rp17.744 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyebut pergerakan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia hingga sekitar 91 dolar AS per barel akibat eskalasi konflik AS-Iran. Kenaikan ekspektasi inflasi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Pada Rabu (2/9/2026), rupiah kembali melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.763 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan rupiah mendapat tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil US Treasury di tengah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve.
Dari penutupan Jumat (28/8/2026) hingga Rabu, rupiah melemah 70 poin, dari Rp17.693 menjadi Rp17.763 per dolar AS.
Menguat Kamis dan Jumat
Pada Kamis (3/9/2026), rupiah berbalik menguat 84 poin atau 0,47 persen menjadi Rp17.679 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa mengatakan penguatan terjadi setelah data ketenagakerjaan swasta AS tercatat lebih lemah dari perkiraan.
Pada Jumat (4/9/2026), rupiah dibuka di Rp17.628 per dolar AS, menguat 51 poin dari penutupan Kamis. Pada akhir perdagangan, rupiah berada di Rp17.642 per dolar AS.
Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut penguatan rupiah dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pelemahan dolar AS.
Menurut Josua, apresiasi yen serta ekspektasi terhadap kebijakan Bank of Japan ikut mengurangi permintaan terhadap dolar AS. Pasar juga mencermati pernyataan pejabat The Fed Christopher Waller terkait arah suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026.
Sementara itu, data Bank Indonesia mencatat Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di Rp17.703 per dolar AS pada Jumat (28/8/2026).
Pada Jumat (4/9/2026), JISDOR berada di Rp17.636 per dolar AS, atau lebih rendah 67 poin dibandingkan Jumat pekan sebelumnya.
Berikut pergerakan rupiah berdasarkan penutupan pasar sepanjang pekan:
- Jumat (28/8): Rp17.693 per dolar AS
- Senin (31/8): Rp17.722 per dolar AS
- Selasa (1/9): Rp17.744 per dolar AS
- Rabu (2/9): Rp17.763 per dolar AS
- Kamis (3/9): Rp17.679 per dolar AS
- Jumat (4/9): Rp17.642 per dolar AS. (*)

























