Kasus Keracunan MBG Marak, Dinkes Pematangsiantar Minta SPPG Perketat PHBS

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak. (foto:dokumen ist/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (4/9/2026) – Maraknya kasus keracunan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di berbagai daerah, turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pematangsiantar. Bahkan, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diminta untuk memperketat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama di area dapur pengolahan makanan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pematangsiantar, Urat Simanjuntak, menyampaikan bahwa kebersihan dapur menjadi salah satu faktor penting. Karena itu, seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, hingga pendistribusian, harus dilakukan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.
“Kami mengimbau seluruh SPPG untuk benar-benar menerapkan PHBS di dapur. Kebersihan petugas, peralatan, bahan makanan, tempat pengolahan, hingga proses distribusi harus menjadi perhatian,” ujar Urat Simanjuntak, Jumat (4/9/2026).
Lanjutnya lagi, meski kasus keracunan belum ditemukan, sebanyak 40 SPPG yang beroperasi di Kota Pematangsiantar harus memperhatikan PHBS di dapur. Karena makanan yang sehat dan higienis berawal dari proses pengolahan yang bersih.
“Sampai saat ini, yang sudah beroperasi, semuanya sudah terbit SLHS. Ada 40 SPPG di Pematangsiantar,” ujarnya lagi.
Adapun langkah penting yang perlu dan harus diperhatikan, yakni selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah makanan atau setelah dari toilet. Pastikan air yang digunakan bersih, aman, dan layak.
“Untuk bahan makanan, pilih bahan segar, tidak kedaluwarsa, dan masak hingga matang merata, terutama daging, ayam, dan ikan. Jaga peralatan tetap kering dan bersih serta area pengolahan bebas dari sampah serta serangga/tikus, pisahkan bahan mentah dan makanan matang, serta gunakan talenan yang berbeda,” ucapnya. (hm27)


























